Kredit Perbankan Sektor Konstruksi Terus Tumbuh Agresif Ditopang Program Pemerintah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit sektor konstruksi mengalami pertumbuhan pesat sejak akhir tahun 2025 hingga awal tahun ini. Pertumbuhan kredit konstruksi didorong oleh meningkatnya aktivitas developer dan percepatan program pemerintah.

Dikutip dari data uang beredar Bank Indonesia, per Januari 2026, kredit konstruksi untuk tujuan investasi meningkat 38% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan, kredit konstruksi dalam segmen kredit modal kerja (KMK) juga tumbuh 32,8% (yoy).

Pertumbuhan kredit konstruksi ini mulai menanjak sejak November 2025. Untuk diketahui, dari Januari 2025 hingga Oktober 2025, kredit konstruksi di segmen investasi tumbuh stagnan, sedangkan kredit konstruksi di segmen KMK malah terkontraksi di bulan-bulan tersebut.


Ekonom Global Market Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai, pertumbuhan kredit konstruksi secara agresif yang terjadi sejak akhir tahun didorong oleh besarnya aktivitas developer perumahan dan dukungan program pemerintah di sektor pembangunan.

Baca Juga: NPL Properti BTN Masih Naik, Kredit Konstruksi Jadi Penyumbang Terbesar

"Kita lihat dari sisi fiskal, pemerintah sangat suportif ya untuk program terkait dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ini pemerintah siapkan lebih dari 200 ribu rumah," kata Myrdal kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).

Myrdal juga kemudian menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan sebagai bagian dari astacita. Ia menilai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditargetkan sampai 30 ribu bangunan juga berdampak pada pertumbuhan kredit.

Ia juga melihat program pembangunan 50 ribu koperasi merah putih berdampak positif pada kredit konstruksi karena tiap bangunannya memerlukan lahan yang luas.

Meski begitu, Myrdal menyebut estimasi dampak dari program pemerintah tidak bisa langsung dihitung begitu saja terhadap pertumbuhan kredit. Pasalnya, ada banyak faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi.

"Proyek pemerintah ini kan kalo dikonversikan ke bisnis perbankan komersial kan perhitungannya agak beda. Jadi ini kita masih akan lihat dampak langsungnya ke perbankan secara umum," kata Myrdal.

Sementara itu, pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan melihat lonjakan kredit konstruksi belum dikarenakan oleh program MBG.

"Menurut saya, lonjakan kredit konstruksi merupakan lanjutan dari realisasi dari proyek di akhir tahun 2025 dan belum terlihat terkait dapur MBG," kata Trioksa saat dihubungi Kontan, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Kredit Konstruksi BPD Bali Tumbuh 2 Digit pada 2025, Proyek Pemerintah Jadi Penopang

Trioksa kemudian mengimbau perbankan untuk berhati-hati dengan ancaman kredit macet ke depannya.

"Prospek ke depannya cukup menantang ditengah kondisi saat ini terutama adanya ancaman inflasi ditengah panasnya geopolitik," ucapnya.

Dari sisi perbankan, Direktur BTN Setiyo Wibowo, menilai developer perumahan memang lebih berhati-hati di periode awal dan tengah tahun, sehingga pembangunan lebih banyak dilakukan di akhir tahun.

"Kami melihat peningkatan ini terutama didorong oleh pipeline proyek perumahan baru, percepatan pembangunan backlog perumahan, serta meningkatnya permintaan KPR," kata Setiyo kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).

Setiyo juga menyebut penyaluran kredit konstruksi BTN meningkat sejalan dengan penyaluran KUR. Pasalnya, Setiyo menyebut penyaluran KUR BTN memang dioptimalkan pada sektor pembangunan.

Baca Juga: Penyaluran Kredit BCA ke Sektor Konstruksi Tumbuh 19,7% pada Kuartal III-2025

Kendati berfokus pada kredit konstruksi, Setiyo menyebut BTN tetap selektif terhadap peminjam dengan melakukan pengecekan rekam jejak dan proyeksi kemampuan mengeksekusi proyek.

Bank pembangunan daerah (BPD) juga mengalami peningkatan kredit konstruksi. Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma menyebut kredit konstruksinya tumbuh dua digit di tahun 2025.

"Pada tahun 2025, kredit konstruksi Bank BPD Bali tumbuh cukup tinggi sebesar 13.94% dari tahun 2024," kata Nyoman saat dihubungi, Rabu (11/3/2026).

Meskipun begitu, kredit konstruksi BPD Bali kembali terkontraksi di awal tahun ini. Menurut Nyoman, aktivitas pembangunan memang lebih banyak dilakukan sekitar bulan Mei hingga akhir tahun.

Baca Juga: Kredit Konstruksi Bangkit, Dorong Pertumbuhan Kredit Properti di Akhir 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News