KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan kembali menunjukkan pertumbuhan pada Juni 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat outstanding kredit perbankan mencapai Rp8.916,7 triliun, tumbuh 12,1% secara tahunan (
year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 10,8% YoY pada Mei 2026. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang masih menjadi motor pertumbuhan pembiayaan perbankan.
Baca Juga: Pertumbuhan DPK Perbankan Melambat Jadi 8,1% pada Juni 2026 Berdasarkan data BI, kredit kepada debitur korporasi tumbuh 19,3% YoY pada Juni 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 17,2% YoY pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh 3,5% YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 sebesar 3,4% YoY. Dari sisi penggunaan, peningkatan penyaluran kredit terjadi pada kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI), sedangkan kredit konsumsi (KK) cenderung stabil. Kredit modal kerja tumbuh 9,6% YoY pada Juni 2026, meningkat dari 7,9% YoY pada Mei 2026. BI mencatat pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penyaluran kredit ke sektor industri pengolahan dan konstruksi. Sementara itu, kredit investasi masih menjadi segmen dengan pertumbuhan paling tinggi. Pada Juni 2026, kredit investasi tumbuh 22,5% YoY, lebih tinggi dibandingkan 20,5% YoY pada bulan sebelumnya. Peningkatan kredit investasi juga terutama berasal dari pembiayaan ke sektor konstruksi dan industri pengolahan, seiring masih berjalannya berbagai proyek investasi. Di sisi lain, kredit konsumsi tumbuh relatif stabil sebesar 5,7% YoY, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,8% YoY pada Mei 2026. Kinerja kredit konsumsi ditopang oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang masing-masing tumbuh 4,4% YoY dan 8,3% YoY. Namun, pertumbuhan KPR sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,7% YoY. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor (KKB) masih berada di zona negatif dengan kontraksi 9,9% YoY, menunjukkan permintaan pembiayaan kendaraan belum sepenuhnya pulih. BI juga mencatat penyaluran kredit properti tumbuh 17,6% YoY pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 17,2% YoY pada Mei 2026. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan kredit konstruksi yang tumbuh 47,1% YoY, meningkat dari 44,6% YoY pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) tumbuh 4,4% YoY, sedangkan kredit real estat meningkat 14% YoY. Meski demikian, laju pertumbuhan kedua segmen tersebut sedikit melambat dibandingkan Mei 2026 yang masing-masing tumbuh 4,7% YoY dan 14,5% YoY. Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan kredit juga menunjukkan perbaikan meski masih terbatas. Pada Juni 2026, kredit UMKM tumbuh 1% YoY, meningkat dibandingkan pertumbuhan 0,6% YoY pada Mei 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit usaha mikro yang meningkat 1,5% YoY, kredit usaha kecil tumbuh 0,1% YoY, serta kredit usaha menengah yang naik 1,6% YoY.
Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaan, ekspansi kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh 13,5% YoY. Sebaliknya, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 4,3% YoY, mengindikasikan aktivitas operasional pelaku usaha kecil belum sepenuhnya pulih meski kebutuhan investasi mulai meningkat.
Baca Juga: Dorong Penetrasi Asuransi Syariah, IIS Perkuat Sumber Daya Manusia Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News