Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% hingga Agustus 2026, NPL Masih Sehat Meski Mulai Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan terus menguat hingga Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan atau year on year (yoy), meningkat dari pertumbuhan Juli 2026 sebesar 13,58% yoy. Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas kredit perbankan masih terjaga. BI mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan berada di level 2,10% secara bruto dan 0,81% secara neto pada Juli 2026. Kondisi kualitas kredit juga tercermin dari kinerja sejumlah bank hingga Agustus 2026. PT Bank MandiriĀ Tbk mencatat NPL sebesar 1% di tengah pertumbuhan kredit yang mencapai 17,6% yoy.

Baca Juga: OJK Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026. Adapun NPL coverage ratio tercatat sebesar 240,6%. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan kredit tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta prospek sektor dan profil risiko. "Pertumbuhan tersebut tetap dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko, sehingga kualitas aset tetap terjaga," ujar Novita dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (29/9/2026). Sementara itu, tekanan kualitas kredit mulai terlihat pada segmen tertentu. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan terdapat kenaikan NPL di perseroan. Meski demikian, kondisi tersebut masih tergolong sehat. "Ada kenaikan NPL namun masih sehat. Sebagian besar dari segmen auto biz karena penerapan aturan Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena balance yang tumbuh sangat kecil di bawah 5%," kata Lani kepada Kontan, Senin (29/9/2026). Adapun mengutip laporan keuangan publikasinya pada Selasa (29/9), hingga Agustus 2026 total pembiayaan CIMB Niaga mencapai Rp 228,44 triliun, tumbuh 4,39% yoy. Rinciannya, kredit yang diberikan tumbuh 11,37% yoy menjadi Rp 178,41 triliun. Sementara itu, pembiayaan syariah terkoreksi 14,69% yoy menjadi Rp 50,03 triliun.

Baca Juga: Porsi Asing Susut Jadi 68%, BCA Andalkan Investor Jangka Panjang & Dividen Interim


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News