Kredit Permata Bank Tumbuh 10,1% hingga Kuartal III 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,1% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 172,9 triliun hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh penyaluran kredit konvensional yang meningkat 13,9% YoY menjadi Rp 153,4 triliun.

Dalam sembilan bulan pertama 2026, Permata Bank membukukan total pendapatan sebesar Rp 9,2 triliun dan laba bersih Rp 2,6 triliun. Sementara itu, total aset bank tumbuh 2,9% YoY menjadi Rp 277,2 triliun per September 2026.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, perusahaan terus menjaga fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko dan pertumbuhan kredit yang sehat di tengah ketidakpastian global.


Baca Juga: DPK Bank Jago Tumbuh 21% Jadi Rp 28,9 Triliun pada Kuartal III 2026

“Di tengah dinamika pasar dan ketidakpastian global, kami terus menjaga fundamental Bank yang kuat melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat,” ujar Meliza dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Dari sisi pendanaan, Permata Bank terus memperkuat dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah atau current account and savings account (CASA), melalui peningkatan transaksi nasabah dan optimalisasi layanan digital. Hingga kuartal III-2026, CASA berkontribusi sebesar 56,4% terhadap total DPK.

Rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) Permata Bank tercatat sebesar 92,1% pada akhir September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 80,9%.

Adapun posisi likuiditas bank masih berada di atas ketentuan minimum. Rata-rata triwulanan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 238,9%, sedangkan net stable funding ratio (NSFR) berada di level 120% per akhir September 2026.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,1%, membaik dibandingkan 2,2% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 5,8% dari sebelumnya 7%.

Permata Bank juga menjaga pencadangan kredit. NPL coverage tercatat sebesar 373,4%, sedangkan LAR coverage mencapai 135,2%. Perseroan turut melakukan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, proses litigasi, dan penjualan aset.

Baca Juga: Ciputra Life Catat Premi Asuransi Kesehatan Korporasi Rp 110 M pada September 2026

Pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), penyaluran kredit mencapai Rp 6,9 triliun, tumbuh 16,6% YoY. Pembiayaan tersebut disalurkan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi nasabah.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Permata Bank berada di level 32,5%, sedangkan common equity tier 1 (CET-1) mencapai 24,5% hingga kuartal III-2026.

Permata Bank Unit Usaha Syariah (UUS) juga mencatatkan kinerja positif. Laba operasional sebelum penyisihan mencapai Rp 631 miliar, tumbuh 5,4% YoY.

Pendanaan UUS tercatat sebesar Rp 27,2 triliun pada kuartal III-2026, meningkat 1% YoY. Sementara itu, dana wadiah mencapai Rp 3,1 triliun atau tumbuh 4,3% YoY.

Permata Bank juga menghadirkan layanan investasi emas melalui platform Permata ME untuk melengkapi layanan keuangan berbasis syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News