Kredit Produktif Kredivo Meningkat, Pengguna Kredit Modal Usaha Naik 15 Kali Lipat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kredit untuk kebutuhan produktif melalui Kredivo terus meningkat. Berdasarkan studi sosial dan ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), porsi kredit produktif yang disalurkan Kredivo naik dari 52,3% pada 2019 menjadi 54,3% pada 2025.

Co-Founder dan Presiden Direktur Kredivo Indonesia Umang Rustagi mengatakan kontribusi kredit digital kini tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran kredit, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.

“Kredit digital ini bisa memberikan dampak bagi masyarakat mulai dari peruasan akses hingga pembiayaan produktif,” ujar dalam Konferensi Pers Kredivo di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).


Baca Juga: Sejumlah Bank Swasta Siapkan Buyback Saham, Ini Daftarnya

Adapun kredit produktif tersebut mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha. Dalam periode yang sama, jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit Kredivo sebagai modal usaha meningkat 15 kali lipat.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan lebih dari separuh kredit yang disalurkan Kredivo telah dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif.

"Lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, menunjukkan bahwa kredit digital berkembang dari alat pemenuhan kebutuhan jangka pendek menjadi instrumen pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang," ujar Paksi.

Menurutnya, peningkatan pemanfaatan kredit produktif tersebut turut didukung oleh meningkatnya literasi keuangan dan penerapan manajemen risiko yang prudent. Kondisi tersebut membuka ruang bagi kredit digital untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Selain peningkatan pemanfaatan kredit produktif, studi tersebut juga menunjukkan peran Kredivo dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada 2025, sebanyak 40,6% UMKM peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertamanya melalui Kredivo. Kemudian, sebanyak 96,9% peminjam modal usaha tersebut merupakan pelaku usaha mikro. Dari kelompok tersebut, 34% di antaranya mengalami peningkatan omzet sebesar 10% hingga 40%.

Baca Juga: Bank Mandiri Tawarkan Bunga Tinggi 7,35% untuk Perpetual Bonds, Ini Alasannya

Temuan tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan tidak hanya membantu UMKM mempertahankan usahanya, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mereka. Selain itu, Kredivo juga dinilai bisa memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, terutama bagi mereka yang selama ini sulit menjangkau layanan keuangan formal.

Dengan pencapaian yang positif ini, ke depannya Kredivo menyatakan akan terus memperluas dampak akses pembiayaan secara bertanggung jawab sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekosistem keuangan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: