Kredit Properti Tumbuh 18,3% yoy per Agustus 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski agak melambat, penyaluran kredit ke sektor properti masih berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di level double digit jelang penghujung kuartal III-2026 ini, sejalan dengan kinerja positif kredit secara industri. 

Menurut laporan analisis uang beredar BI, dikutip Kamis (24/9/2026), kredit perbankan berhasil melaju dengan catatan pertumbuhan 13,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 9.019,3 triliun pada Agustus 2026. Hasil itu melanjuti tren pertumbuhan 13% yoy pada Juli 2026. 

Sejalan dengan itu, kredit properti berhasil tumbuh 18,3% yoy menjadi Rp 1.724,7 triliun per Agustus 2026. Laju pertumbuhannya melambat tipis dari pertumbuhan 18,4% yoy pada bulan sebelumnya. 


Tiap-tiap segmen kredit memang melambat, meski tipis. Kredit real estate tercatat tumbuh 15,8% yoy menjadi Rp 281,1 triliun. Jika dibandingkan, pada bulan sebelumnya kredit real estate tumbuh 16% yoy. 

Sementara itu, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 4,2% yoy menjadi Rp 858,3 triliun, sedikit lebih landai dari pertumbuhan 4,3% yoy pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Kredit Properti Tumbuh 18,4%, Sektor Konstruksi Jadi Penopang Utama

Adapun kredit konstruksi masih tumbuh lejit 49,5% yoy menjadi Rp 585,3 triliun. meski melambat dari dari pertumbuhan 49,7% yoy pada bulan sebelumnya. 

Memang, secara industri, kredit modal kerja dalam periode ini berhasil tumbuh 12,3% yoy menjadi Rp 3.865 triliun, melanjuti pertumbuhan 11,6% yoy pada bulan sebelumnya. 

Pun, kredit investasi berhasil 23,4% yoy menjadi Rp 2.744,1 triliun, melaju dari pertumbuhan 23,1% yoy pada bulan sebelumnya. 

KPR Melambat Sejalan Kredit Konsumsi

Jika diperhatikan, landainya laju pertumbuhan KPR memang sejalan dengan tren kredit konsumsi. Yang mana, kredit konsumsi hanya tumbuh 5% yoy menjadi per Rp 2.410,1 triliun per Agustus 2026. Padahal, pada bulan sebelumnya berhasil tumbuh 5,3% yoy. 

Baca Juga: NPL Kredit Properti Naik Awal Tahun Ini Imbas Lemahnya Pertumbuhan Ekonomi

Tak cuman KPR, kredit multiguna juga terpantau melambat dengan catatan pertumbuhan 7,2% yoy menjadi Rp 1.424,1 triliun, dari pertumbuhan 7,6% yoy pada bulan sebelumnya. 

Lebih parah, kredit kendaraan bermotor (KKB) masih saja mencatatkan koreksi sebesar 10,3% yoy menjadi Rp 127,7 triliun dalam periode ini, melanjutkan koreksi 10% yoy pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Kredit Properti Tumbuh Positif pada Maret 2026, Tapi KPR Melambat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News