Kredit Rp 100 Miliar buat Bank Resona



JAKARTA. PT Bank Resona Perdania mendapat utang segar Rp 100 miliar dari Bank Standard Chartered (Stanchart). Kesepakatan utang bertenor satu tahun itu diteken Stanchart dan Bank Resona, Senin (19/10).Direktur Utama Bank Resona Akihiro Miyamoto mengatakan, dana pinjaman akan dipakai untuk menutup kebutuhan operasional di tahun 2010. Namun Miyamoto enggan merinci biaya operasional seperti apa. Ia juga tidak menyebut besar bunga yang harus dibayarkan ke Stanchart. "Kami tidak bisa mengatakan besar bunga. Namun besarnya masih rasional," katanya, Senin (19/10).Miyamoto hanya menjelaskan, kerjasama dengan Stanchart bertujuan meningkatkan pendanaan, mengembangkan investasi, serta memperluas nasabah Resonia di Indonesia. "Dengan peningkatan ketiga hal tersebut, kami optimistis akhir tahun 2009 laba bersih kami tidak akan berbeda dari tahun lalu," katanya.Sepanjang 2008, laba Bank Resona sebesar Rp 139,92 miliar. Mengutip laporan Bank Resona ke Bank Indonesia, laba bersih per akhir Juni 2009 adalah Rp 11,7 miliar. Per akhir Juni 2009, nilai aset Bank Resona mencapai Rp 6,314 triliun dengan jumlah dana masyarakat sebesar Rp 3,526 triliun dan nilai penyaluran kredit sebesar Rp 4,549 triliun.Miyamoto menyatakan, nilai kredit Bank Resona per akhir September mencapai Rp 5,8 triliun, lebih tinggi 18,2% daripada target akhir tahun, yaitu Rp 5,5 triliun. Miyamoto juga mengakui, penyaluran kredit Bank Resona sepanjang tahun 2009 cenderung lambat karena manajemen fokus menjaga tingkat kredit bermasalah alias nonperforming loan (NPL).Hingga akhir semester I 2009, rasio NPL Bank Resona mencapai 5,8%, dan net 1,5% jika dihitung secara gross. Tren penurunan bunga tidak akan memicu Bank Resona jor-joran menyalurkan kredit. "Kami lebih menjaga rasio kredit macet. Apalagi, tahun ini terjadi penurunan likuiditas," ujarnya.Untuk menggenjot kinerja, Bank Resona akan fokus ke sektor korporasi dan usaha kecil menengah. "Kami berharap penyaluran kredit di tahun depan lebih baik daripada tahun ini dan menembus Rp 6,5 triliun," tandasnya.Permodalan Bank Resona hingga akhir semester I masih kuat. Ini terlihat dengan rasio kecukupan modal yang mencapai 22,7% di akhir Juni. Bank Resona merupakan bank campuran yang beroperasi sejak 51 tahun lalu. Resona Bank Ltd. Jepang tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 43% saham bank.Bank Resona dan perusahaan induknya berpatungan membentuk Resona Indonesia Finance yang berbisnis di sektor multifinance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News