KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus mengupayakan pertumbuhan kredit dengan berbagai cara. Salah satu cara untuk menyalurkan kredit adalah melalui skema channeling. Kredit skema channeling merupakan cara penyaluran kredit oleh bank pada penerima kredit atau end user yang dilakukan lewat lembaga perantara dengan mendasarkan pada syarat dan ketentuan dari bank tersebut. Seiring dengan perkembangan layanan digital yang kian pesat, skema channeling menjadi strategi andalan dari sejumlah bank digital untuk menumbuhkan kredit.
Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Trioksa Siahaan, kredit skema channeling saat ini memang utamanya dilakukan oleh bank digital. Trioksa mengatakan perbankan digital yang nasabahnya masih relatif terbatas jadi bisa memperluas jangkauan pasarnya dengan skema ini. Sebab itu, penggunaan skema channeling lebih difokuskan oleh bank digital dibanding bank konvensional.
Baca Juga: Krom Bank Fokus Channeling dan UMKM untuk Dorong Kredit pada 2026 "Bank besar umumnya bermain di skema kredit langsung, berbeda dengan bank digital yang lebih memanfaatkan channeling," kata Trioksa saat dihubungi, Senin (30/3/2026). Meski diproyeksikan akan bertumbuh, Trioksa menilai bank konvensional akan lebih selektif menyalurkan serta memilih mitra dalam skema channeling. Pasalnya, risiko dari penyaluran kredit skema ini meningkat karena ketidakpastian ekonomi domestik saat ini. "Bagi bank besar, skema channeling akan jauh lebih selektif karena bank besar umumnya bermain di skema kredit langsung," ujarnya. Dengan begitu, persaingan di skema channeling dinilai akan lebih menguntungkan bank digital dibandingkan bank konvensional. PT Krom Bank Indonesia (Krom Bank) misalnya mencatatkan pertumbuhan channeling yang pesat awal tahun ini. Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James Kurniawan, menyebut Krom Bank sebagai salah satu bank digital yang mengutamakan penyaluran kreditnya di skema channeling. Adapun penyaluran kredit channeling Krom Bank pada Februari 2026 mencapai Rp 8,73 triliun.
Baca Juga: Gandeng Mitra, Keberlanjutan Jadi Fokus Bank, Mulai dari Pembiayaan Hingga Deposito Angka tersebut tumbuh 119% secara tahunan (yoy), meningkat pesat bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 3,98 triliun "Dalam mendorong pertumbuhan kredit, Krom Bank akan mengandalkan channeling sebagai kanal utama penyaluran," kata Alvin kepada Kontan, Senin (30/3). Saat ini, mitra channeling Krom Bank adalah PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) dan PT FinAccel Digital Indonesia (KrediFazz). Alvin menyebut Krom Bank juga terus membuka peluang kerja sama dengan mitra baru ke depannya. Di sisi bank konvensional, PT Bank CIMB Niaga TBK (CIMB Niaga) justru menilai skema kredit ini tidak bertumbuh dengan baik tahun ini. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut banknya sudah tidak fokus lagi dalam penyaluran kredit di skema channeling. "Channeling masih ada, tetapi kami lihat tidak ada pertumbuhan. Kami tidak berfokus ke channeling untuk unsecured loan lagi saat ini," kata Lani saat dihubungi, Senin (30/3/2026). Lani memastikan CIMB Niaga tahun ini akan lebih fokus di penyaluran kredit dengan jaminan (secured loan). Lani bilang, CIMB Niaga lebih memiliki keahlian dalam strategi penyaluran itu. Adapun dalam laporan tahun 2025, CIMB Niaga menyalurkan kredit dengan skema channeling personal loan melalui mitra Kredivo dan SPay.
Meski sudah tidak menempatkan fokus pada skema ini, Lani bilang CIMB Niaga tidak menutup kemungkinan untuk adanya ekspansi di skema channeling lagi tahun ini, asal saja kondisi ekonomi di global dan domestik mendukung. "Kita lihat perkembangan ekonomi ke depan. Mari kita harapkan membaik segera," kata Lani.
Baca Juga: Bank Saqu Gandeng Easycash untuk Salurkan Kredit Channeling Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News