Kredit Tumbuh Moderat, Allo Bank Fokus Jaga Kualitas Aset



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memilih menahan laju ekspansi pembiayaan. 

Hingga Oktober 2025, kredit yang disalurkan Allo Bank tercatat Rp 8,36 triliun, tumbuh 5,28% secara tahunan dari Rp 7,94 triliun pada Oktober 2024. 

Head of Digital Strategy Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, pertumbuhan kredit yang terbatas bukan disebabkan oleh lemahnya permintaan, melainkan hasil dari pendekatan yang prudent dan selektif.


Baca Juga: Strategi Allo Bank Agar Tetap Efisien di Tengah Tren Bunga Deposito Tinggi

“Sebagai bank digital yang masih berada dalam fase penguatan fondasi, kualitas aset menjadi prioritas utama kami. Setiap ekspansi pembiayaan harus memiliki profil risiko yang terukur dan berbasis data transaksi nasabah,” ujarnya kepada Kontan, Senin (29/12/2025). 

Ke depan, Allo Bank akan mendorong pembiayaan melalui kredit konsumsi ritel berbasis ekosistem, seperti paylater dan kredit digital yang terintegrasi dengan aktivitas transaksi nasabah. 

Selain itu, bank juga membidik segmen mass affluent dan emerging middle class yang memiliki arus kas serta histori transaksi yang baik, dengan fokus pada pembiayaan berjangka pendek dan perputaran cepat.

“Pendekatan data-driven dan penguatan early warning system menjadi kunci agar pembiayaan bisa tumbuh lebih optimal tanpa mengorbankan kualitas,” tambah Destya.

Sejalan dengan strategi tersebut, Allo Bank memproyeksikan pertumbuhan aset yang positif dan sehat pada tahun 2026. Fokus perseroan tidak hanya pada peningkatan skala, tetapi juga pada perbaikan komposisi aset dan pendanaan.

Destya bilang pada dasarnya bank membidik pertumbuhan yang selektif namun konsisten dengan tetap menjaga profil risiko. 

Ada sejumlah faktor yang akan memengaruhi kinerja tahun depan, di antaranya kondisi makroekonomi dan arah kebijakan suku bunga, dinamika persaingan bank digital, kemampuan meningkatkan transaksi dan keterlibatan nasabah aktif, serta optimalisasi ekosistem dan kemitraan strategis.

Baca Juga: BEI Pastikan Bank Jakarta Belum IPO dalam Waktu Dekat

Dengan kombinasi strategi pendanaan yang lebih efisien, pembiayaan yang prudent, serta pemanfaatan data dan teknologi, Allo Bank optimistis dapat mencatat pertumbuhan aset yang berkelanjutan dan semakin solid ke depan.

Selanjutnya: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News