KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang lambat. Menurut ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), bank digital seharusnya bisa menjadi solusi strategis untuk mendorong penyaluran kredit UMKM. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyoroti bahwa pertumbuhan kredit UMKM pada Desember 2025 masih mengalami kontraksi. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit UMKM pada Januari 2026 mencapai Rp 1.482,9 triliun atau setara 17,33% dari total kredit perbankan. Namun, secara tahunan, segmen kredit ini justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,53%.
Kredit UMKM Masih Tertekan, Bank Digital Dipandang Jadi Solusi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang lambat. Menurut ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), bank digital seharusnya bisa menjadi solusi strategis untuk mendorong penyaluran kredit UMKM. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyoroti bahwa pertumbuhan kredit UMKM pada Desember 2025 masih mengalami kontraksi. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit UMKM pada Januari 2026 mencapai Rp 1.482,9 triliun atau setara 17,33% dari total kredit perbankan. Namun, secara tahunan, segmen kredit ini justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,53%.
TAG: