KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Rusia mendorong warganya untuk menggunakan aplikasi pesan instan MAX yang didukung negara. Namun, kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait privasi dan kebebasan komunikasi digital. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan yang oleh sejumlah diplomat disebut sebagai “pengetatan besar” (great crackdown), di mana pemerintah Rusia berulang kali membatasi akses internet seluler serta memberikan kewenangan luas untuk memutus komunikasi massal. Selain itu, layanan pesan populer seperti Telegram dan penggunaan VPN juga mengalami gangguan. Sebagai alternatif, pemerintah secara agresif mempromosikan aplikasi MAX yang diklaim sebagai “messenger nasional”. Aplikasi ini dimiliki oleh perusahaan teknologi VK, yang dipimpin oleh anak dari salah satu penasihat senior Presiden Vladimir Putin.
Kremlin Dorong Penggunaan Aplikasi Pesan MAX, Warga Rusia Khawatir Privasi Terancam
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Rusia mendorong warganya untuk menggunakan aplikasi pesan instan MAX yang didukung negara. Namun, kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait privasi dan kebebasan komunikasi digital. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan yang oleh sejumlah diplomat disebut sebagai “pengetatan besar” (great crackdown), di mana pemerintah Rusia berulang kali membatasi akses internet seluler serta memberikan kewenangan luas untuk memutus komunikasi massal. Selain itu, layanan pesan populer seperti Telegram dan penggunaan VPN juga mengalami gangguan. Sebagai alternatif, pemerintah secara agresif mempromosikan aplikasi MAX yang diklaim sebagai “messenger nasional”. Aplikasi ini dimiliki oleh perusahaan teknologi VK, yang dipimpin oleh anak dari salah satu penasihat senior Presiden Vladimir Putin.
TAG: