Kremlin Pastikan Komunikasi dengan Turki Berlanjut soal Nasib Rudal S-400



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia dan Turki terus menjalin komunikasi mengenai masa depan sistem pertahanan udara S-400 milik Ankara, di tengah munculnya laporan bahwa Turki tengah mempertimbangkan untuk menjual kembali rudal tersebut ke salah satu negara di kawasan Teluk.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan isu tersebut merupakan persoalan yang sangat sensitif. Meski demikian, ia memastikan pemerintah Rusia terus berkoordinasi dengan pihak Turki terkait perkembangan tersebut.

"Saya hanya bisa mengatakan satu hal, ini adalah isu yang sangat sensitif. Namun, kami telah berkomunikasi dengan pihak Turki mengenai masalah ini dan akan terus menjaga komunikasi terkait isu tersebut," ujar Peskov, Jumat (10/7/2026).


Baca Juga: NATO Cegat Rudal Iran Ketiga yang Mengarah ke Turki, Ankara Minta Klarifikasi Teheran

Sebelumnya, media Turki Hurriyet melaporkan Ankara berpeluang mengumumkan penjualan kembali sistem rudal S-400 kepada salah satu negara Teluk dalam waktu dekat.

Langkah itu disebut-sebut sebagai upaya Turki untuk mendorong Amerika Serikat mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada negara tersebut.

Hubungan pertahanan Turki dengan Amerika Serikat memburuk sejak Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

Pada 2020, Washington menjatuhkan sanksi kepada Turki dan mengeluarkannya dari program pengadaan serta produksi pesawat tempur F-35 yang sebelumnya juga melibatkan Ankara.

Baca Juga: NATO Kerahkan Sistem Patriot AS ke Turki, Perkuat Pertahanan dari Ancaman Rudal Iran

Di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pengalihan kepemilikan S-400, Kremlin menegaskan komunikasi dengan Turki tetap berlangsung, mencerminkan eratnya koordinasi kedua negara dalam menangani isu pertahanan yang sensitif tersebut.