Kresna Graha Membangun Tower dan Akan Membuka Cabang Baru



JAKARTA. Saat banyak perusahaan mengerem ekspansinya lantaran kesulitan likuiditas, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) malah melakukan aksi korporasi. Perusahaan sekuritas ini hendak membangun gedung, menambah cabang, dan meluncurkan perdagangan online.

Presiden Direktur Kresna Michael Steven mengatakan, ia telah mendapatkan pinjaman Rp 280 miliar dari salah satu bank nasional. "Dananya sudah siap mengucur," katanya, pekan lalu.

Sayang, Michael enggan menyebutkan identitas bank tersebut. Ia juga tak bersedia mengungkapkan secara rinci berapa bunga dan jangka waktu pinjamannya.


Nah, semua dana itu untuk membangun gedung perkantoran. Kata Michael, ia akan mendirikan empat tower perkantoran di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD). "Selain akan kami pergunakan sendiri, nantinya gedung ini akan kami sewakan juga," tegasnya.

Menurut Michael, pembangunan gedung sudah berjalan sejak awal tahun ini. Ia menargetkan, gedung itu selesai di akhir 2010.

Sebenarnya pembangunan gedung ini membutuhkan dana Rp 400 miliar. Karena itu, Kresna akan menutup sebagian kekurangan dananya dari kas internal. Hingga akhir 2008, kas perusahaan sekuritas ini berisi Rp 42 miliar.

Untuk pembukaan cabang baru, tahun ini Kresna berniat menambah lima hingga sepuluh kantor cabang dan menghabiskan dana Rp 15 miliar-Rp 25 miliar. Kresna akan menutup kebutuhan itu dari belanja modal tahun ini.

Kresna juga hendak mengembangkan teknologi informasi (TI). Kebutuhan dana pengembangannya Rp 5 miliar-Rp 10 miliar. Nantinya, Kresna akan meluncurkan sistem perdagangan online. Harapannya, nasabah baru Kresna akan bertambah menjadi 5.000-10.000 nasabah. Saat ini, Kresna memiliki 2.500 nasabah.

Demi melaksanakan niatnya, Kresna bakal menerbitkan saham baru (rights issue) sebesar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar. Kini, Kresna masih berdiskusi dengan beberapa investor untuk menjadi pembeli siaga. Tapi, Kresna masih mempertimbangkan komposisi saham yang dilepas, apakah 1:1 atau 1:2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie