Kripto Terkoreksi di Tengah Gejolak Global, Bitcoin Cs Melemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset kripto bergerak volatil di tengah ketidakpastian geopolitik global yang belum mereda.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (2/4) pukul 18.58 WIB, mayoritas kripto papan atas terkoreksi. Bitcoin turun 3,65% dalam sehari, diikuti Ethereum yang melemah 4,80% dan Solana yang terkoreksi 6,01%.

Chief Executive Officer (CEO) Crypto Asset Clearing International (CACI), Andi Nirwoto, memastikan keamanan transaksi investor kripto di Indonesia tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar. 


Ia menyebut, CACI mengandalkan tata kelola berbasis pencocokan data dan proses settlement yang didukung underlying funding.

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Tekan Portofolio Investasi, Investor Disarankan Diversifikasi

"Kami memastikan setiap transaksi investor, baik ritel maupun institusi, tercatat dan diselesaikan secara akurat melalui proses rekonsiliasi data yang ketat," ujar Andi pada Kamis (2/4/2026).

Maka dari itu, apa pun kondisinya terhadap transaksi yang masuk akan kita jaga, kita cocokan data secara detail. Sehingga itu menjadi kunci utama proses yang ada di CACI.

Menurutnya, sistem, sumber daya manusia, serta proses atau tata kelola menjadi tiga pilar utama dalam menjaga keandalan transaksi di industri kripto.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) ICEx, Kai Pang menilai volatilitas merupakan hal yang tidak terpisahkan dari seluruh kelas aset di tengah dinamika geopolitik.

"Dari sisi kami hal yang penting untuk menjaga literasi kepada masyarakat bahwa kalau mau mulai kripto harus mulai dari asesmen risiko dulu," ujar Kai.

Ia menyarankan investor dengan profil risiko konservatif untuk mempertimbangkan aset kripto dengan volatilitas relatif lebih rendah, seperti Bitcoin. 

Adapun investor dengan toleransi risiko lebih tinggi dapat melirik aset kripto dengan pergerakan harga yang lebih agresif.

Baca Juga: Penjualan Naik Tipis, Laba Bersih (ACES) Merosot 25% di 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News