KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai instrumen investasi kompak mencatatkan koreksi sepanjang sebulan terakhir. Mulai dari aset kripto, emas, saham hingga nilai tukar rupiah sama-sama tertekan akibat meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Di antara berbagai instrumen tersebut, aset kripto menjadi yang mengalami pelemahan paling dalam. Sepanjang sebulan terakhir, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi sekitar 20,68% secara bulanan (mom) ke US$ 58.327 dan turun 47,36% ytd. Penurunan ini jauh melampaui pelemahan emas maupun pasar saham. Harga emas spot juga terkoreksi cukup dalam yakni 12,07% mom ke level USS 4,038,5 per ons troi. Harga emas turun 8,36% ytd. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun 7,9% mom. Sejak awal tahun IHSG sudah ambles 34,74%. Nilai tukar rupiah tak kalah merana. Rupiah juga terkoreksi mendekati Rp 18.000 per dolar AS, yakni ditutup ke level Rp 17.963 pada penutupan Jumat (3/7).
Kripto Terkoreksi Paling Dalam, Begini Prospek Bitcoin hingga Akhir 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai instrumen investasi kompak mencatatkan koreksi sepanjang sebulan terakhir. Mulai dari aset kripto, emas, saham hingga nilai tukar rupiah sama-sama tertekan akibat meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Di antara berbagai instrumen tersebut, aset kripto menjadi yang mengalami pelemahan paling dalam. Sepanjang sebulan terakhir, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi sekitar 20,68% secara bulanan (mom) ke US$ 58.327 dan turun 47,36% ytd. Penurunan ini jauh melampaui pelemahan emas maupun pasar saham. Harga emas spot juga terkoreksi cukup dalam yakni 12,07% mom ke level USS 4,038,5 per ons troi. Harga emas turun 8,36% ytd. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun 7,9% mom. Sejak awal tahun IHSG sudah ambles 34,74%. Nilai tukar rupiah tak kalah merana. Rupiah juga terkoreksi mendekati Rp 18.000 per dolar AS, yakni ditutup ke level Rp 17.963 pada penutupan Jumat (3/7).