KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana beserta upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah selama periode Rabu (5/8) hingga Kamis (6/8/2026) pukul 07.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tren kejadian kekeringan dan kebakaran lahan meningkat seiring kondisi cuaca pada musim kemarau.
Baca Juga: Resmi, Ini Link Download Logo HUT Ke-81 RI PNG Resmi & Pedoman Penggunaannya "Dari berbagai peristiwa tersebut terlihat adanya peningkatan kejadian kekeringan dan kebakaran lahan yang dipicu oleh faktor cuaca," kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya. Salah satu upaya penanganan yang masih terus dilakukan adalah pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kekeringan melanda tiga kecamatan, yakni Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Minimnya curah hujan selama musim kemarau menyebabkan berkurangnya sumber air bersih yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 741 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait menyalurkan 40.000 liter air bersih ke tiga wilayah terdampak pada Rabu (5/8).
Baca Juga: Siap-Siap! Rumah Kontrakan & Sewa Properti Akan Kena Pajak Mulai Tahun 2027 Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebanyak 10 kecamatan mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menyusutnya debit sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada Rabu (5/8), BPBD Kabupaten Cilacap kembali melakukan dropping air bersih ke sejumlah titik dengan total 28.000 liter. Masih di Jawa Tengah, bencana serupa melanda Kabupaten Purworejo. Sebanyak 107 KK di empat kecamatan terdampak akibat berkurangnya sumber air bersih. Keempat kecamatan tersebut adalah Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang. BPBD Kabupaten Purworejo bersama tim gabungan kembali mendistribusikan 30.000 liter air bersih ke sejumlah desa terdampak pada Rabu (5/8). Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, musim kemarau menyebabkan debit air sungai dan sumur warga terus menyusut.
Baca Juga: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Semester II, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp 26,34 T Akibatnya, sebanyak 448 KK mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk membantu masyarakat, BPBD Kabupaten Sragen bersama instansi terkait menyalurkan 41.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Sementara itu, sebagian wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, juga mengalami kekeringan. Sebanyak 65 KK di Kecamatan Pagaden dilaporkan kesulitan memperoleh air bersih. BPBD Kabupaten Subang telah menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga pada Rabu (5/8). Selain kekeringan, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran lahan. Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kebakaran lahan terjadi pada Rabu (5/8). Lahan seluas sekitar tiga hektare di Gampong Langien Tualada, Kecamatan Bandar Baru, hangus terbakar. BPBD Kabupaten Pidie Jaya bersama aparat setempat mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dan kondisi kini telah aman terkendali.
Baca Juga: Laba Siloam Melonjak 27,9% pada Semester I-2026, Simak Rekomendasi Analis Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar. (Tanggal kejadian perlu dikonfirmasi). Lahan seluas sekitar tiga hektare di Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah, terbakar. BPBD Kabupaten Aceh Besar bersama tim gabungan mengerahkan tiga unit armada pemadam ke lokasi. Api telah berhasil dipadamkan sehingga kondisi dinyatakan aman. Menyikapi masih tingginya kejadian kekeringan dan kebakaran lahan di berbagai daerah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau. BNPB mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat konsumsi air bersih, serta menyiapkan cadangan air yang memadai untuk kebutuhan keluarga.
Sementara itu, pemerintah daerah diminta terus mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak serta melakukan pengeboran sumur di wilayah yang mengalami krisis air guna menambah ketersediaan pasokan.
Baca Juga: Investasi China Masuk Madura, Kawasan Industri Wiraraja Siap Dikembangkan BNPB juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan BPBD di seluruh Indonesia agar penanganan bencana dapat berlangsung secara cepat, tepat, dan efektif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News