Krisis Chip Memori Tekan Industri Laptop, ASUS Pertimbangkan Penyesuaian Harga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis global pasokan chip memori, khususnya RAM dan NAND, mulai memberi tekanan serius pada industri teknologi dunia.

Lonjakan permintaan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat ketersediaan komponen kian terbatas dan biaya produksi meningkat.

Kondisi ini turut dirasakan ASUS Indonesia. Kompleksitas rantai pasokan global dan naiknya harga komponen memengaruhi struktur biaya produksi laptop, meski dampaknya berbeda-beda di setiap model dan spesifikasi.


Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan dinamika rantai pasokan global saat ini memengaruhi hampir seluruh produsen laptop, termasuk ASUS.

Baca Juga: Harga Chip Memori Melonjak Hingga 500%, Zyrexindo (ZYRX) Sesuaikan Harga Produk

“Besaran kenaikan biaya komponen memang bervariasi tergantung model dan spesifikasi, tetapi secara agregat dampaknya cukup terasa pada struktur biaya produksi kami,” ujar Brama kepada KONTAN, Jumat (23/1).

Untuk merespons tekanan tersebut, ASUS menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga kualitas produk. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penyesuaian harga jual laptop di pasar.

Brama menyebutkan, kisaran penyesuaian harga masih dalam tahap pembahasan, seiring perusahaan terus mencermati perkembangan kondisi global dan pasar domestik.

Meski demikian, ASUS menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait dampak jangka panjang penyesuaian harga terhadap permintaan. Pasalnya, tahun ini masih berada di fase awal dan pergerakan pasar masih terus dipantau.

Alih-alih bersaing semata dari sisi harga, ASUS menegaskan strategi bisnis 2026 akan difokuskan pada peningkatan nilai tambah bagi konsumen. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat layanan purna jual, termasuk peningkatan garansi di sejumlah lini produk unggulan.

Baca Juga: Bahan Baku Makin Langka, Samsung Naikkan Harga Chip Memori Hingga 60%

“Salah satunya melalui peningkatan layanan garansi untuk seri ZenBook, Vivobook S dan Flip, serta lini ProArt. Kami ingin memastikan konsumen mendapatkan perlindungan dan kenyamanan yang sepadan dengan investasi mereka,” tambah Brama.

Dari sisi prospek, ASUS tetap optimistis memandang tahun 2026. Perusahaan menilai kemampuan beradaptasi dan menghadirkan inovasi yang relevan menjadi kunci untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar.

ASUS juga akan memfokuskan pertumbuhan pada segmen Consumer Premium dan Gaming yang dinilai memiliki permintaan relatif stabil dan lebih resilien di tengah dinamika global.

“Kedua segmen ini menunjukkan permintaan yang konsisten, didorong kebutuhan perangkat berkinerja tinggi untuk produktivitas dan hiburan,” jelas Brama.

Baca Juga: 2026, Harga Hp Xiaomi Dipastikan Naik, Cek Tabel Harga Hp Xiaomi November 2025

Lebih jauh, tren AI dinilai menjadi peluang besar bagi ASUS. Kebutuhan komputasi tinggi sejalan dengan kompetensi perusahaan dalam menghadirkan perangkat keras berperforma tinggi. ASUS pun menargetkan diri sebagai pelopor laptop berbasis AI.

“Kehadiran AI membutuhkan perangkat keras yang mumpuni, dan ini merupakan keahlian kami. ASUS memosisikan diri sebagai first mover laptop AI. Kami yakin kepemimpinan dalam inovasi ini akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis ke depan,” pungkas Brama.

Selanjutnya: OJK: Aset Bank BUMN Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Bank Swasta

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News