Krisis Chip, Pasar Smartphone Akan Turun Terdalam Sepanjang Sejarah di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - BOSTON. Pasar smartphone global diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2026, merosot ke level terendah dalam lebih dari satu dekade dalam pengiriman. Ini karena lonjakan harga chip memori yang akan mendorong kenaikan biaya perangkat. 

Perusahaan riset, International Data Corporation (IDC) dalam laporannya, Kamis (26/2/2026), memperkirakan, pengiriman smartphone global diperkirakan akan turun 12,9% menjadi 1,12 miliar unit.

Penurunan ini akan paling berdampak pada produsen Android kelas bawah. Sementara Apple dan Samsung berada di posisi yang menguntungkan untuk mendapatkan pangsa pasar karena pesaing yang lebih kecil kesulitan atau keluar dari pasar sepenuhnya, kata laporan tersebut.


"Apa yang kita saksikan bukanlah tekanan sementara, tetapi guncangan seperti tsunami yang berasal dari rantai pasokan memori," kata Francisco Jeronimo, wakil presiden untuk Perangkat Klien Seluruh Dunia di IDC seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Gelombang PHK Besar-besaran Melanda AS, Ini Daftar 17 Perusahaan yang Terdampak

Para analis mengatakan kenaikan biaya komponen akan mengikis margin di perusahaan ponsel pintar yang berfokus pada perangkat murah, memaksa mereka untuk membebankan biaya tersebut kepada konsumen pada saat permintaan pada titik harga yang lebih tinggi melemah.

IDC menyebut, Apple dan Samsung, dengan neraca keuangan yang lebih kuat dan posisi premium, lebih siap untuk menghadapi krisis ini.

Harga jual rata-rata ponsel pintar diproyeksikan melonjak 14% menjadi US$ 523 tahun ini, karena produsen beralih ke model dengan margin keuntungan lebih tinggi untuk mengimbangi biaya yang membengkak.

IDC memperkirakan pemulihan moderat sebesar 2% pada tahun 2027 seiring meredanya krisis, diikuti oleh pemulihan 5,2% pada tahun 2028, meskipun dikatakan bahwa pasar kemungkinan tidak akan kembali ke kondisi normal sebelumnya.

"Krisis memori akan menyebabkan lebih dari sekadar penurunan sementara; ini menandai pengaturan ulang struktural seluruh pasar," kata Nabila Popal, direktur riset senior di Mobile Phone Tracker IDC.

Ia mengatakan, segmen ponsel pintar di bawah US$ 100, yang mewakili 171 juta perangkat, akan menjadi "tidak ekonomis secara permanen" bahkan setelah harga memori stabil pada pertengahan tahun 2027.

Baca Juga: China Pangkas Rasio Cadangan Risiko Valas Jadi 0%, Biaya Beli Dolar Turun