KONTAN.CO.ID - TUNIS. Tunisia menghadapi kriris terbesarnya dalam satu dekade demokrasi pada hari Senin setelah Presiden Tunisia, Kais Saied menggulingkan pemerintah dan membekukan kegiatan parlemen. Aksinya ini dituding para musuh politiknya sebagai kudeta yang harus dilawan di jalanan. Saied dalam pernyataannya pada Minggu malam meminta konstitusi memberhentikan Perdana Menteri Hichem Mechichi dan mendekritkan pembekuan parlemen untuk jangka waktu 30 hari. Ia mengatakan akan memerintah bersama perdana menteri yang baru. Melansir Reuters, Senin (26/7), keputusan Saied ini diambil sehari setelah protes terhadap pemerintah dan partai terbesar di Parlemen, Ennahda Islamis Moderat, menyusul lonjakan Covid-19 dan meningkatnya kemarahan atas disfungsi politik kronis dan malaise ekonomi.
Krisis demokrasi di Tunisa terjadi pasca presiden gulingkan perdana menteri
KONTAN.CO.ID - TUNIS. Tunisia menghadapi kriris terbesarnya dalam satu dekade demokrasi pada hari Senin setelah Presiden Tunisia, Kais Saied menggulingkan pemerintah dan membekukan kegiatan parlemen. Aksinya ini dituding para musuh politiknya sebagai kudeta yang harus dilawan di jalanan. Saied dalam pernyataannya pada Minggu malam meminta konstitusi memberhentikan Perdana Menteri Hichem Mechichi dan mendekritkan pembekuan parlemen untuk jangka waktu 30 hari. Ia mengatakan akan memerintah bersama perdana menteri yang baru. Melansir Reuters, Senin (26/7), keputusan Saied ini diambil sehari setelah protes terhadap pemerintah dan partai terbesar di Parlemen, Ennahda Islamis Moderat, menyusul lonjakan Covid-19 dan meningkatnya kemarahan atas disfungsi politik kronis dan malaise ekonomi.