KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis energi global kian mendekati titik genting. Setelah lebih dari tujuh pekan konflik di Teluk Persia, kemampuan negara-negara importir utama Asia untuk meredam dampaknya mulai menipis. Laporan Bloomberg (22/4), selama ini, dua raksasa energi Asia yakni China dan India masih mampu berkelit dari tekanan pasokan. Keduanya mengandalkan berbagai jalan alternatif, mulai dari kesepakatan bilateral dengan Iran hingga menyerap kargo minyak Rusia dan Iran yang sudah mengapung di laut. Strategi ini sempat menjaga stabilitas pasokan, bahkan membantu meredam dampak ke negara-negara lain yang juga berburu minyak. Pasokan minyak terapung atau floating storage yang sebelumnya menjadi bantalan mulai menyusut tajam. Data menunjukkan, cadangan minyak Rusia di laut yang siap dijual anjlok drastis dari sekitar 20 juta barel pada pertengahan Februari menjadi hanya sekitar 3 juta–5 juta barel saat ini. Di saat bersamaan, jalur vital Selat Hormuz praktis lumpuh, memperburuk distribusi energi global.
Krisis Energi Asia Kian Mengkhawatirkan
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis energi global kian mendekati titik genting. Setelah lebih dari tujuh pekan konflik di Teluk Persia, kemampuan negara-negara importir utama Asia untuk meredam dampaknya mulai menipis. Laporan Bloomberg (22/4), selama ini, dua raksasa energi Asia yakni China dan India masih mampu berkelit dari tekanan pasokan. Keduanya mengandalkan berbagai jalan alternatif, mulai dari kesepakatan bilateral dengan Iran hingga menyerap kargo minyak Rusia dan Iran yang sudah mengapung di laut. Strategi ini sempat menjaga stabilitas pasokan, bahkan membantu meredam dampak ke negara-negara lain yang juga berburu minyak. Pasokan minyak terapung atau floating storage yang sebelumnya menjadi bantalan mulai menyusut tajam. Data menunjukkan, cadangan minyak Rusia di laut yang siap dijual anjlok drastis dari sekitar 20 juta barel pada pertengahan Februari menjadi hanya sekitar 3 juta–5 juta barel saat ini. Di saat bersamaan, jalur vital Selat Hormuz praktis lumpuh, memperburuk distribusi energi global.
TAG: