KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah didorong untuk mengambil langkah tepat dalam memitigasi dampak krisis energi yang kian menekan sektor transportasi. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah dengan memberikan subsidi pada transportasi publik untuk mengalihkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan pribadi. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, koordinasi lintas sektor antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Daerah harus segera dilakukan. "Mitigasi krisis energi yang bisa dilakukan lewat penambahan subsidi transportasi publik. Perlu ada koordinasi segera antara Kemenkeu dan Kemenhub serta Pemda untuk menggratiskan transportasi publik selama 3-6 bulan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/3) malam.
Krisis Energi di Depan Mata, Subsidi Transportasi Publik Rp 1 Perlu Direalisasikan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah didorong untuk mengambil langkah tepat dalam memitigasi dampak krisis energi yang kian menekan sektor transportasi. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah dengan memberikan subsidi pada transportasi publik untuk mengalihkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan pribadi. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, koordinasi lintas sektor antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Daerah harus segera dilakukan. "Mitigasi krisis energi yang bisa dilakukan lewat penambahan subsidi transportasi publik. Perlu ada koordinasi segera antara Kemenkeu dan Kemenhub serta Pemda untuk menggratiskan transportasi publik selama 3-6 bulan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/3) malam.