KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis energi global akibat perang Iran justru membuka peluang besar bagi industri teknologi bersih China. Saat banyak negara bergulat dengan lonjakan harga minyak dan mahalnya impor bahan bakar, produsen kendaraan listrik, baterai, hingga panel surya asal Negeri Tirai Bambu bergerak cepat menawarkan solusi alternatif. Bagi China, momentum ini datang di saat yang tepat. Permintaan domestik yang belum pulih penuh dan tekanan laba mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur mencari pasar baru di luar negeri. Kini, gejolak harga energi dunia menjadi pintu masuk untuk memperluas ekspor. Dalam laporan Bloomberg (11/5), salah satu contohnya datang dari Jinko Solar. Produsen panel surya besar itu meneken dua kesepakatan di Nigeria pada akhir April. Langkah ini sejalan dengan lonjakan harga diesel di negara tersebut yang naik sekitar 40% sejak konflik dimulai.
Krisis Energi Jadi Berkah Baru bagi Industri Hijau China
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis energi global akibat perang Iran justru membuka peluang besar bagi industri teknologi bersih China. Saat banyak negara bergulat dengan lonjakan harga minyak dan mahalnya impor bahan bakar, produsen kendaraan listrik, baterai, hingga panel surya asal Negeri Tirai Bambu bergerak cepat menawarkan solusi alternatif. Bagi China, momentum ini datang di saat yang tepat. Permintaan domestik yang belum pulih penuh dan tekanan laba mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur mencari pasar baru di luar negeri. Kini, gejolak harga energi dunia menjadi pintu masuk untuk memperluas ekspor. Dalam laporan Bloomberg (11/5), salah satu contohnya datang dari Jinko Solar. Produsen panel surya besar itu meneken dua kesepakatan di Nigeria pada akhir April. Langkah ini sejalan dengan lonjakan harga diesel di negara tersebut yang naik sekitar 40% sejak konflik dimulai.
TAG: