KONTAN.CO.ID - COLOMBO. Sri Lanka menaikkan tarif listrik untuk sebagian besar rumah tangga sebesar 7,2% dan industri sebesar 8,7% pada Senin (30/3/2026). Ini terjadi karena Sri Lanka bergulat dengan biaya energi yang lebih tinggi akibat perang Iran. Harga listrik baru ini terkait dengan program senilai US$ 2,9 miliar dengan Dana Moneter Internasional yang ditandatangani Sri Lanka pada tahun 2023 untuk membantu pemulihan dari krisis keuangan yang parah. Di bawah program tersebut, Sri Lanka menerapkan penetapan harga energi yang mencerminkan biaya sebenarnya beberapa kali dalam setahun untuk menjaga monopoli listrik milik negara, Dewan Listrik Ceylon, tetap stabil secara finansial.
Krisis Energi Sri Lanka: Tarif Listrik Kembali Naik Imbas Perang Iran
KONTAN.CO.ID - COLOMBO. Sri Lanka menaikkan tarif listrik untuk sebagian besar rumah tangga sebesar 7,2% dan industri sebesar 8,7% pada Senin (30/3/2026). Ini terjadi karena Sri Lanka bergulat dengan biaya energi yang lebih tinggi akibat perang Iran. Harga listrik baru ini terkait dengan program senilai US$ 2,9 miliar dengan Dana Moneter Internasional yang ditandatangani Sri Lanka pada tahun 2023 untuk membantu pemulihan dari krisis keuangan yang parah. Di bawah program tersebut, Sri Lanka menerapkan penetapan harga energi yang mencerminkan biaya sebenarnya beberapa kali dalam setahun untuk menjaga monopoli listrik milik negara, Dewan Listrik Ceylon, tetap stabil secara finansial.
TAG: