KONTAN.CO.ID - Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyeret Iran ke dalam krisis paling berbahaya sejak Revolusi Iran 1979. Negara tersebut kini menghadapi perang di wilayahnya sendiri, persoalan suksesi kepemimpinan yang belum jelas, serta tekanan internal yang semakin besar. Meski kematian Khamenei mengejutkan, lima pejabat regional dan sejumlah analis memperingatkan bahwa keruntuhan cepat rezim Iran tidak bisa begitu saja diasumsikan. Mereka menilai sistem politik Iran sejak awal memang dirancang agar tidak bergantung pada satu figur pemimpin saja. Kekuasaan tersebar di berbagai institusi ulama, aparat keamanan, serta jaringan kekuasaan lainnya. “Iran dibangun untuk bertahan bahkan jika kehilangan seorang pemimpin,” kata analis Atlantic Council, Danny Citrinowicz. Menurutnya, kematian Khamenei justru bisa membuat rezim semakin mengeras.
Krisis Iran: 3 Ujian Berat Ini Tentukan Nasib Rezim Pasca-Khamenei
KONTAN.CO.ID - Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyeret Iran ke dalam krisis paling berbahaya sejak Revolusi Iran 1979. Negara tersebut kini menghadapi perang di wilayahnya sendiri, persoalan suksesi kepemimpinan yang belum jelas, serta tekanan internal yang semakin besar. Meski kematian Khamenei mengejutkan, lima pejabat regional dan sejumlah analis memperingatkan bahwa keruntuhan cepat rezim Iran tidak bisa begitu saja diasumsikan. Mereka menilai sistem politik Iran sejak awal memang dirancang agar tidak bergantung pada satu figur pemimpin saja. Kekuasaan tersebar di berbagai institusi ulama, aparat keamanan, serta jaringan kekuasaan lainnya. “Iran dibangun untuk bertahan bahkan jika kehilangan seorang pemimpin,” kata analis Atlantic Council, Danny Citrinowicz. Menurutnya, kematian Khamenei justru bisa membuat rezim semakin mengeras.
TAG: