Menghadirkan HighScope di Indonesia bagi Antarina Sulaiman cukup memberinya tantangan. Dia harus berjuang mendapatkan lisensi langsung dari AS. Krisis moneter di 1998 sempat membuat ciut lantaran jumlah murid tergerus. Antarina Sulaiman menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia perlu dibenahi, ketika dirinya mengejar gelar master di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1994. Suatu ketika, dia mendapat tugas dari salah satu dosennya untuk membuat rumus sendiri. Di situ, dia merasa kesulitan, karena selama ini dia mendapatkan pendidikan dengan sistem hafalan di Indonesia. Ini tidak mendorong orang menjadi kreatif. Nah, dari situlah, Rina menyadari bahwa sistem pendidikan telah berubah. Ia pun berpikir untuk bisa mengubah sistem pendidikan di Indonesia yang selama ini hanya mengandalkan hafalan dan teori.
Krisis moneter, murid Antarina terpangkas 50% (2)
Menghadirkan HighScope di Indonesia bagi Antarina Sulaiman cukup memberinya tantangan. Dia harus berjuang mendapatkan lisensi langsung dari AS. Krisis moneter di 1998 sempat membuat ciut lantaran jumlah murid tergerus. Antarina Sulaiman menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia perlu dibenahi, ketika dirinya mengejar gelar master di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1994. Suatu ketika, dia mendapat tugas dari salah satu dosennya untuk membuat rumus sendiri. Di situ, dia merasa kesulitan, karena selama ini dia mendapatkan pendidikan dengan sistem hafalan di Indonesia. Ini tidak mendorong orang menjadi kreatif. Nah, dari situlah, Rina menyadari bahwa sistem pendidikan telah berubah. Ia pun berpikir untuk bisa mengubah sistem pendidikan di Indonesia yang selama ini hanya mengandalkan hafalan dan teori.