KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kemasan masih menghadapi sejumlah tantangan pada semester II-2026, meski krisis pasokan nafta global imbas penutupan Selat Hormuz yang sempat memicu lonjakan harga biji plastik telah mereda. Direktur Eksekutif Indonesia Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa menyebutkan, pada semester II-2026, industri kemasan masih dibayangi tantangan kenaikan biaya bahan baku (inflasi input) yang menekan daya beli konsumen. "Lebih lanjut, krisis nafta yang memicu kenaikan harga biji plastik hingga 200%, walaupun saat ini sudah mereda atau menurun lagi, tapi dampaknya masih terasa," katanya kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).
Krisis Nafta Mereda, Industri Kemasan Masih Dibayangi Tantangan pada Semester II-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kemasan masih menghadapi sejumlah tantangan pada semester II-2026, meski krisis pasokan nafta global imbas penutupan Selat Hormuz yang sempat memicu lonjakan harga biji plastik telah mereda. Direktur Eksekutif Indonesia Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa menyebutkan, pada semester II-2026, industri kemasan masih dibayangi tantangan kenaikan biaya bahan baku (inflasi input) yang menekan daya beli konsumen. "Lebih lanjut, krisis nafta yang memicu kenaikan harga biji plastik hingga 200%, walaupun saat ini sudah mereda atau menurun lagi, tapi dampaknya masih terasa," katanya kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).
TAG: