Krisis peso Argentina mendorong inflasi sampai 31,2%



KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Ambrolnya peso Argentina telah menyebabkan lonjakan inflasi tahunan 31,2% pada Juli. Sebagai tanggapan, bank sentral telah menaikkan suku bunga hingga 45% dan menjual lebih dari US$ 13 miliar cadangan, termasuk US$ 300 juta dalam lelang hari Rabu.

Semua itu, dikombinasikan dengan pemotongan anggaran yang dijanjikan kepada IMF, akan memperlambat proyek pekerjaan umum dan memberikan kontribusi pada resesi yang akan mengakibatkan kontraksi ekonomi 1% tahun ini, menurut pemerintah.

Penandatanganan kesepakatan dengan IMF pada Juni lalu mengurangi kebutuhan pendanaan pasar obligasi mahal dan sebentar memantapkan peso. Sejak itu, pemerintah telah mengumumkan lebih dari US$ 2 miliar penghematan anggaran, sebuah proses yang Macri berjanji akan terus berlanjut.


"Kami akan menemani dukungan IMF dengan semua upaya fiskal yang diperlukan," kata Presiden Mauricio Macri, yang terpilih pada 2015 pada platform pasar bebas setelah delapan tahun intervensi pemerintah yang mendalam dalam ekonomi di bawah Presiden sebelumnya Cristina Fernandez.

Kelompok buruh terbesar Argentina, CGT, mengatakan pada hari Rabu akan menyerukan pemogokan umum 24 jam pada 25 September untuk memprotes langkah-langkah pengetatan sabuk Macri. Dua kelompok serikat pekerja yang lebih kecil mengatakan mereka akan melakukan mogok 36 jam pada 24 September untuk memprotes IMF, yang banyak dipersalahkan atas krisis 2002.

"Saya tahu bahwa situasi penuh gejolak ini menimbulkan kecemasan di antara banyak dari Anda," kata Macri. "Saya mengerti ini, dan saya ingin Anda tahu saya membuat semua keputusan yang diperlukan untuk melindungi Anda."

Pencairan dana IMF lebih awal

Dana Moneter Internasional (IMF) sedang mempelajari permintaan Argentina untuk mempercepat pencairan program pinjaman US$ 50 miliar setelah jatuhnya kepercayaan investor pada pemerintahan Presiden Mauricio Macri yang mengirim peso jatuh lebih dari 7% hari Rabu.

"Kami telah sepakat dengan Dana Moneter Internasional untuk mengajukan semua dana yang diperlukan untuk menjamin kepatuhan dengan program keuangan tahun depan," kata Macri di sebuah pidato televisi pada hari Rabu. "Keputusan ini bertujuan untuk menghilangkan ketidakpastian apapun."

"Selama minggu lalu kami telah melihat ekspresi baru kurangnya kepercayaan di pasar, khususnya atas kapasitas pembiayaan kami pada 2019," kata Macri.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menanggapi dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa staf pemberi pinjaman multi-lateral akan "memeriksa kembali tahapan program keuangan." Dia mengatakan bahwa "kondisi pasar internasional yang lebih buruk" belum "sepenuhnya diantisipasi" ketika IMF dan Argentina mencapai kesepakatan pada bulan Juni.

"Pihak berwenang akan bekerja untuk merevisi rencana ekonomi pemerintah dengan fokus pada isolasi Argentina yang lebih baik dari pergeseran baru-baru ini di pasar keuangan global, termasuk melalui kebijakan moneter dan fiskal yang lebih kuat," kata Lagarde.

Argentina memiliki US$ 24,9 miliar pembayaran utang dalam mata uang peso dan mata uang asing yang akan jatuh tempo tahun depan, menurut data resmi.

Berbicara kepada wartawan setelah pernyataan IMF dikeluarkan, Menteri Keuangan Nicolas Dujovne mengatakan pemerintah akan mengurangi ukuran program pembiayaannya, tetapi tidak memberikan spesifikasinya.

Editor: Hasbi Maulana