Jakarta. Krisis finansial global memangkas bisnis tresuri perbankan lokal. Hampir semua bank mengaku lini bisnis treasury banking yang mencakup transaksi valas alias foreign exchange (forex) trading dan produk derivatif mengalami penurunan. "Situasi global masih belum pulih, pasar ekspor juga masih sepi, otomatis forex trading juga ikut sepi," kata Direktur CIMB Niaga Handoyo Soebali di Jakarta, Kamis (10/9). Head of Consumer Banking Standard Chartered Bank Wang Wardhana juga bilang bisnis tresuri, baik di forex trading maupun di derivatif, masih belum kembali ke tahapan yang normal. "Masih dalam tahap pemulihan," ujarnya. Wang menuturkan, penyebab terbesar penurunan sektor tresuri perbankan adalah ekspor yang lesu.Bisnis tresuri semakin sepi setelah Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan main baru yang memperketat lalu lintas duit asing, akhir tahun lalu. Misalnya, aturan BI yang mewajibkan penyertaan dokumen di setiap transaksi pembelian dolar (underlying transaction). "Secara tidak langsung itu membawa pengaruh," kata Wang. Bangkit akhir tahun Kepala Tresuri Bank Century Frans Darwin Sinurat mengamini pernyataan Wang. Bank yang menerima bailout pemerintah itu termasuk aktif bertransaksi sebelum krisis. Dalam sehari volume transaksi valuta asing bisa di atas US$ 15 juta. Namun, situasi krisis dan adanya aturan-aturan baru memangkas nilai transaksi Bank Century di kisaran US$ 5 juta-US$ 10 juta.
Krisis Sebabkan Bisnis Tresuri Bank Jadi Sepi
Jakarta. Krisis finansial global memangkas bisnis tresuri perbankan lokal. Hampir semua bank mengaku lini bisnis treasury banking yang mencakup transaksi valas alias foreign exchange (forex) trading dan produk derivatif mengalami penurunan. "Situasi global masih belum pulih, pasar ekspor juga masih sepi, otomatis forex trading juga ikut sepi," kata Direktur CIMB Niaga Handoyo Soebali di Jakarta, Kamis (10/9). Head of Consumer Banking Standard Chartered Bank Wang Wardhana juga bilang bisnis tresuri, baik di forex trading maupun di derivatif, masih belum kembali ke tahapan yang normal. "Masih dalam tahap pemulihan," ujarnya. Wang menuturkan, penyebab terbesar penurunan sektor tresuri perbankan adalah ekspor yang lesu.Bisnis tresuri semakin sepi setelah Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan main baru yang memperketat lalu lintas duit asing, akhir tahun lalu. Misalnya, aturan BI yang mewajibkan penyertaan dokumen di setiap transaksi pembelian dolar (underlying transaction). "Secara tidak langsung itu membawa pengaruh," kata Wang. Bangkit akhir tahun Kepala Tresuri Bank Century Frans Darwin Sinurat mengamini pernyataan Wang. Bank yang menerima bailout pemerintah itu termasuk aktif bertransaksi sebelum krisis. Dalam sehari volume transaksi valuta asing bisa di atas US$ 15 juta. Namun, situasi krisis dan adanya aturan-aturan baru memangkas nilai transaksi Bank Century di kisaran US$ 5 juta-US$ 10 juta.