JAKARTA. Pelaku pasar menilai bahwa dampak krisis utang Yunani tidak banyak mempengaruhi pasar surat utang di Indonesia dikarenakan fundamental ekonomi yang relatif masih stabil. "Ada perbedaan fundamental ekonomi. Yunani dengan ekonomi yang keropos dibandingkan Indonesia dengan fundamental yang relatif lebih kuat dan masih memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono, Senin (29/6). Ia menambahkan bahwa Indonesia juga relatif terlindungi oleh peningkatan peringkat dari Standard & Poor's (S&P) dari sebelumnya stabil menjadi positif pada beberapa waktu lalu. Dukungan fundamental ekonomi dan peringkat itu dinilai cukup untuk menjadi penahan atas dampak yang terjadi di Yunani saat ini.
Krisis Yunani tidak pengaruhi pasar obligasi
JAKARTA. Pelaku pasar menilai bahwa dampak krisis utang Yunani tidak banyak mempengaruhi pasar surat utang di Indonesia dikarenakan fundamental ekonomi yang relatif masih stabil. "Ada perbedaan fundamental ekonomi. Yunani dengan ekonomi yang keropos dibandingkan Indonesia dengan fundamental yang relatif lebih kuat dan masih memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono, Senin (29/6). Ia menambahkan bahwa Indonesia juga relatif terlindungi oleh peningkatan peringkat dari Standard & Poor's (S&P) dari sebelumnya stabil menjadi positif pada beberapa waktu lalu. Dukungan fundamental ekonomi dan peringkat itu dinilai cukup untuk menjadi penahan atas dampak yang terjadi di Yunani saat ini.