Krom Bank Cetak Laba Rp 89,95 Miliar pada Kuartal I-2026, Melonjak Dua Kali Lipat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatat pertumbuhan pesat untuk kuartal pertama 2026. Kinerja Krom Bank terus meningkat sejak bertransformasi menjadi bank digital. 

Direktur Keuangan Krom Bank Alvin James Kurniawan menyebut laba banknya pada kuartal I-2026 melompat jauh dari periode sama di tahun sebelumnya. 

Hingga kuartal I-2026, Krom Bank mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 89,95 miliar. Perolehan ini terhitung hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 45,30 miliar. 


Baca Juga: Pendapatan Perbankan dari Kredit Wholesale Mulai Terbatas, Ini Tantangannya

"Sejak awal akuisisi pada tahun 2022, Krom Bank secara konsisten menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis yang agresif, biaya transformasi, serta profitabilitas yang dihasilkan," kata Alvin kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).

Alvin bilang, perolehan laba ini dodorong oleh penyaluran kredit yang semakin agresif. Hingga kuartal 1-2026, kredit Krom Bank tercatat sebesar Rp 9,88 triliun, naik sampai 98% secara tahunan.

Alvin memastikan, meski pertumbuhan kreditnya agresif, Krom Bank selalu selektif dan berhati-hati untuk menjaga kualitas portofolionya. Ia juga bilang, pertumbuhan kredit ini salah satunya didorong oleh skema channeling yang dilakukan bersama mitra.

Alvin menyebut skema channeling merupakan andalan banknya dalam menyalurkan kredit. Ia pun bilang Krom Bank terus membuka peluang untuk menjalin mitra-mitra baru ke depannya.

Krom Bank juga menyalurkan kredit secara langsung melalui aplikasi digitalnya. Beberapa sektor utama penyaluran kredit Krom Bank adalah sektor UMKM, konsumsi produktif, serta pembiayaan retail. 

Krom Bank juga mencatat pertumbuhan pesat untuk pendapatan bunga bersih (NII). Hingga kuartal I-2026, NII Krom mencapai Rp 646,04 miliar atau tumbuh 95% yoy. 

Baca Juga: Pembiayaan Fintech P2P Lending Masih Tumbuh Tinggi, Ini Pendorongnya

"Pendapatan bunga bersih di Krom Bank menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan, bahkan di tengah dinamika ketidakpastian global dan penyesuaian suku bunga acuan," kata Alvin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News