KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia Tbk (
BBSI) sedang mengevaluasi target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 seiring tantangan yang masih membayangi segmen kredit ritel. Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, secara umum kinerja perseroan hingga semester I-2026 masih berjalan sesuai rencana. "Kinerja kami sejauh ini masih
in line," ujar Anton di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Meski demikian, Anton mengakui penyaluran kredit, khususnya di segmen ritel, masih menghadapi tantangan. Kondisi tersebut membuat perseroan perlu lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan kredit ke depan.
Baca Juga: KB Bank Pangkas Target Pertumbuhan Kredit 2026 "Yang perlu kami lihat adalah dari sisi kredit, terutama ritel, karena segmen ini memang cukup
challenging. Karena itu kami harus lebih realistis dalam menentukan target penyaluran kredit ke depan," katanya. Saat ini, Krom Bank tengah mengevaluasi berbagai langkah yang perlu ditempuh untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat di tengah dinamika pasar. Menurut Anton, salah satu fokus utama perseroan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan penghimpunan DPK agar likuiditas tetap terjaga. "Kami akan terus menjaga keseimbangan antara DPK dengan penyaluran kredit. Kalau ternyata permintaan kredit menurun, tentu kami juga harus menyesuaikan strategi penghimpunan dana. Intinya, kami menjaga keseimbangan antara keduanya," jelasnya. Meski belum mengungkapkan target pertumbuhan kredit maupun DPK hingga akhir tahun, Anton memastikan perseroan masih membidik pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. "Target angkanya sudah ada, tetapi belum bisa kami sampaikan. Yang jelas, kami tetap menargetkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Baca Juga: Bank Sahabat Sampoerna Optimistis Kinerja Semester II Membaik, Simak Strateginya Kinerja Krom Bank hingga kuartal I-2026 menunjukkan, tren pertumbuhan yang masih kuat. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 70 miliar, melonjak 99% secara tahunan (
year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp 9,88 triliun, atau tumbuh 98% YoY. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 138% YoY menjadi Rp 10,86 triliun pada akhir kuartal I-2026. Anton mengatakan, capaian tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini. Namun, Krom Bank tetap akan menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar, terutama pada segmen kredit ritel yang masih menghadapi tantangan.
Ia menambahkan, perseroan akan terus memantau perkembangan permintaan kredit dan likuiditas sebelum memutuskan apakah diperlukan penyesuaian terhadap target dalam RBB. Menurutnya, strategi bisnis Krom Bank tetap diarahkan pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan penghimpunan dana. "Kami ingin memastikan pertumbuhan tetap berkualitas. Karena itu, keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana akan terus menjadi fokus kami," tutup Anton. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News