Krom Bank Masih Hadapi Tekanan Biaya Dana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krom Bank Indonesia masih menghadapi tekanan biaya dana di tengah persaingan penghimpunan dana masyarakat yang ketat. Hingga Juli 2026, beban bunga Krom Bank meningkat 113,76% secara tahunan menjadi Rp 448,21 miliar.

Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan, persaingan mendapatkan dana masyarakat masih cukup tinggi sehingga tekanan terhadap biaya dana masih terasa.

"Tekanan terhadap biaya dana memang masih ada, terutama karena persaingan untuk mendapatkan dana masyarakat tetap cukup tinggi," ujar Anton kepada Kontan, Senin (21/9/2026).


Baca Juga: OJK Soroti Risiko Kredit Macet Bank Akibat El Nino

Di tengah tekanan tersebut, Krom masih menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun melalui produk Krom Max. Sementara itu, bunga deposito Krom Flex mencapai 7,5% per tahun. Tingkat bunga tersebut menjadi salah satu strategi perseroan dalam menjaga daya tarik penghimpunan dana masyarakat.

Anton mengatakan penentuan bunga deposito perseroan tidak hanya akan mempertimbangkan arah suku bunga The Fed, tetapi juga sejumlah faktor di dalam negeri.

Baca Juga: Indodana Finance Terima Pendanaan Rp 700 Miliar dari HSBC Indonesia

"Kami tidak melihat perubahan suku bunga deposito hanya dari satu faktor, yaitu The Fed. Pergerakan bunga deposito di Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia, kondisi likuiditas domestik, nilai tukar rupiah, serta kebutuhan pendanaan masing-masing bank. Saat ini Krom Bank mencermati dan menganalisis semua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penentuan suku bunga tersebut," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News