KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Krom Bank Indonesia Tbk optimistis pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) akan berlanjut pada 2026 di tengah ketatnya persaingan likuiditas industri perbankan. Finance Director Krom Bank Alvin James Kurniawan mengatakan, pertumbuhan dana murah akan ditopang optimalisasi aktivitas nasabah, inovasi produk digital, serta penguatan ekosistem digital perseroan. “Krom Bank juga menjaga suku bunga tabungan tetap kompetitif guna mempertahankan daya saing di industri perbankan,” ujar Alvin kepada Kontan, baru-baru ini.
Baca Juga: Direktur SDM Kredit Plus (FMFN) Mengundurkan Diri Per Desember 2025, Alvin bilang dana pihak ketiga (DPK) Krom Bank tumbuh 166% secara tahunan (
year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut tak cuma ditopang kenaikan deposito sebesar 149% yoy, tetapi juga oleh pertumbuhan tabungan yang melesat 256% yoy serta giro yang naik 103% yoy. Sebagai gambaran, pada 2024 Krom Bank mencatatkan giro sebesar Rp 12,18 miliar, tabungan Rp 496,14 miliar, dan deposito sebesar Rp 2,65 triliun. Maka, perkiraannya DPK bank pada 2025 terdiri atas giro sebesar Rp 24,72 miliar, tabungan Rp 1,77 triliun, dan deposito sebesar Rp 6,6 triliun. Meski masih didominasi deposito, tabungan menunjukkan performa pertumbuhan terbaik. Alvin menyebut, hal ini sejalan dengan tren industri perbankan yang menunjukkan peningkatan preferensi masyarakat terhadap produk tabungan. Menurutnya, penawaran suku bunga yang kompetitif menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan perbankan digital. Saat ini, Krom Bank menawarkan suku bunga tabungan hingga 6% per tahun dan deposito hingga 8,25% per tahun.
Baca Juga: AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025 Memasuki 2026, Alvin memperkirakan persaingan dana murah masih akan berlangsung ketat seiring dinamika likuiditas industri dan pergerakan suku bunga. Meski demikian, Krom Bank menargetkan pertumbuhan dana murah tetap berada di level dua digit. “Kami juga menargetkan peningkatan komposisi dana murah dalam struktur DPK agar lebih baik dari tahun sebelumnya, sehingga dapat menjaga efisiensi biaya dana (
cost of fund) serta memperkuat struktur pendanaan yang lebih berkelanjutan,” jelasnya. Untuk mencapai target tersebut, Krom Bank menyiapkan sejumlah strategi. Dari sisi produk dan layanan, bank berupaya terus menghadirkan kemudahan layanan digital guna meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan nasabah serta menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Di sisi pemasaran, Krom Bank akan mengoptimalkan strategi yang lebih tepat sasaran guna menjaga loyalitas nasabah eksisting sekaligus mengakuisisi nasabah baru. Beberapa inisiatif yang disiapkan antara lain program
referral, promo tematik, serta kampanye berbasis data (
data-driven marketing) untuk meningkatkan
engagement dan frekuensi transaksi nasabah.
Baca Juga: Laba Bersih Bank Mandiri (BMRI) Naik 16% Jadi Rp 4,65 Triliun di Januari 2026 Di tengah ekspansi tersebut, Alvin menegaskan aspek keamanan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan layanan guna menjaga kepercayaan nasabah.
Dengan kombinasi inovasi produk, strategi pemasaran yang adaptif, serta penguatan ekosistem digital, manajemen meyakini pertumbuhan dana murah dapat terjaga secara sehat di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News