Krom Bank Sebut Fenomena Makan Tabungan Bersifat Musiman



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank digital nasional Krom Bank menilai fenomena berkurangnya rata-rata nominal simpanan masyarakat, khususnya pada rekening dengan saldo di bawah Rp 100 juta, masih dipengaruhi faktor musiman.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan, hingga Juni 2026, nominal simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 2,1% dalam sebulan dan 5,2% dalam setahun menjadi Rp 1.166,76 triliun. Meski begitu, riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menunjukkan rata-rata nominal simpanan di segmen ini terus menurun. 

Pada 2018, nominal rata-rata simpanan di bawah Rp 100 juta senilai Rp 3,1 juta per rekening, kemudian menurun menjadi Rp 1,8 juta per rekening pada 2024. Hingga Mei 2026, nilainya kian turun menjadi Rp 1,7 juta per rekening. 


Baca Juga: Laba KDB Tifa Finance (TIFA) Tumbuh 16,57% pada Semester I-2026

Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menyebut, tren tersebut menunjukkan bahwa meski total simpanan dalam segmen ini masih tumbuh, nyatanya nilai simpanan secara individu di masyarakat terus berkurang. 

“Artinya lebih banyak tabungan yang dipakai dibandingkan yang mereka akumulasikan,” kata Winang. Maka, lanjutnya, fenomena makan tabungan alias mantab dapat terlihat. 

Melihat ini, Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan bilang penurunan rata-rata saldo tabungan di segmen simpanan kecil pada tengah tahun lalu lazim terjadi setelah periode libur panjang maupun tahun ajaran baru.

"Sebagian nasabah cenderung menarik dana untuk kebutuhan konsumsi, pendidikan, maupun pembayaran kewajiban lainnya. Hal ini umumnya lebih terasa pada segmen tabungan ritel dengan saldo di bawah Rp 100 juta," ujar Anton kepada Kontan, Jumat (31/7/2026).

Di Krom Bank sendiri, Anton bilang hingga saat ini belum terlihat ada indikasi penarikan dana secara signifikan maupun perpindahan dana ke instrumen investasi lain secara masif.

Karena itu, Krom Bank tetap optimistis pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) hingga akhir 2026 akan tetap positif, baik di Krom Bank maupun industri perbankan secara umum.

Anton menilai, prospek tersebut ditopang oleh normalisasi pola belanja masyarakat setelah periode musiman, peningkatan aktivitas ekonomi, serta berbagai program akuisisi dan engagement nasabah yang dijalankan perseroan.

Baca Juga: Hasil Uji Coba New RBC Turunkan Rasio Solvabilitas, Ini Kata Asuransi Asei

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News