Krom Bank Targetkan Kredit dan Laba Tumbuh Dua Digit 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia optimistis kinerja industri perbankan nasional akan membaik pada 2026, setelah menghadapi tekanan sepanjang tahun ini. 

Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan, meskipun tantangan eksternal masih membayangi, prospek industri perbankan tahun depan tetap konstruktif.

“Faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan isu geopolitik tentu menjadi perhatian. Namun, fokus pemerintah pada kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter, serta meningkatnya aktivitas ekonomi produktif dan kreatif, akan mendorong pertumbuhan ke depan,” ujar Anton kepada Kontan, Rabu (24/12/2025).


Baca Juga: Kredit Tumbuh Moderat, Allo Bank Fokus Jaga Kualitas Aset

Sejalan dengan prospek tersebut, Krom Bank menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2026. Dari sisi penyaluran kredit dan laba, perusahaan ini membidik target pertumbuhan hingga dua digit.

Anton menjelaskan, strategi utama penyaluran kredit Krom Bank akan tetap mengandalkan kanal channeling melalui program penerusan pembiayaan bersama mitra yang telah ada maupun mitra baru. 

Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga kualitas aset sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, Krom Bank akan fokus menghimpun dana pihak ketiga (DPK) melalui kanal digital dengan menawarkan suku bunga yang kompetitif guna menjaga pertumbuhan DPK yang signifikan.

Terkait likuiditas, Anton menilai kondisi perbankan nasional pada 2026 masih akan berada pada level yang memadai. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap DPK dan non-core deposit (AL/DPK & AL/NCD) industri perbankan yang berada di level aman.

“Bank Indonesia dan regulator terus menjaga stabilitas likuiditas melalui kebijakan moneter dan makroprudensial, meskipun dinamika global tetap berpotensi mempengaruhi arus modal,” katanya.

Adapun biaya dana alias cost of fund (COF), menurut Anton, akan dipengaruhi oleh tingkat suku bunga deposito dan persaingan penghimpunan DPK, serta arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia. 

Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Ini Alasannya

Dengan proyeksi suku bunga yang cenderung stabil atau lebih rendah, tekanan terhadap COF dinilai akan berkurang.

“Kami optimistis profitabilitas dapat tetap stabil hingga membaik, didukung oleh likuiditas yang memadai dan penguatan pendapatan bunga dari penyaluran kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Dari sisi sektor, Krom Bank akan menyalurkan kredit secara selektif dan berkualitas dengan fokus pada UMKM, konsumsi produktif, serta pembiayaan ritel. Selain itu, penyaluran kredit juga akan diperkuat melalui produk pinjaman digital Krom Kredit yang ditawarkan langsung kepada nasabah aplikasi Krom.

Selanjutnya: Kredit Tumbuh Moderat, Allo Bank Fokus Jaga Kualitas Aset

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News