KSP: Teten Masduki tak terkait demo di rumah SBY



JAKARTA. Kantor Staf Presiden (KSP) merespons pernyataan juru bicara Partai Demokrat Rachland Nashidik. Rachland menyebutkan, demonstran yang melakukan aksi di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikerahkan dari acara yang digelar Kepala KSP Teten Masduki dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Bumi Perkemahan Cibubur.

KSP menyesalkan pernyataan Rachland yang seolah-olah ada hubungan antara Teten dengan para demonstran tersebut.

"Kehadiran Kepala KSP di acara Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur tanggal 5 Februari adalah atas undangan panitia," ujar Staf Khusus Kepala KSP, Chrisma Albandjar melalui keterangan persnya, Senin (6/2).


Pada Jambore itu, Teten menyampaikan sejumlah materi, di antaranya mengenai menjaga toleransi antarumat beragama, membangun karakter yang berdaya saing tinggi hingga upaya pemerintah menyelesaikan kesenjangan ekonomi dan sosial.

Tak ada hal-hal berkaitan politik yang dibahas dalam diskusi Teten bersama para mahasiswa se-Indonesia itu.

Bahkan, mahasiswa juga mengkritik pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla soal transparansi dana desa, penyelesaian kasus hak asasi manusia  di masa lalu dan target pemerintah membangun sumber listrik 35.000 Megawatt.

Namun, Teten tetap merespons kritik-kritik tersebut dengan penjelasan yang komprehensif. "Pak Teten malah mengajak mahasiswa untuk turun ke desa-desa untuk memastikan apakah program-program di sana berjalan dengan baik atau tidak demi kemajuan desa," ujar Chrisma.

Diberitakan, kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Senin siang disambangi mahasiswa dengan menumpang 10 bus Metromini. Sejumlah provokator dalam aksi unjuk rasa itu dikabarkan ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Rachland Nashidik menyesalkan pengerahan mahasiswa itu. "Saya menyesalkan adik-adik mahasiswa diarahkan untuk demo di rumah SBY," ujar dia.

Rachland menduga kuat para mahasiswa itu berasal dari acara Jambore Nasional di Buperta Cibubur. Ia menduga mahasiswa ditunggangi dan diprovokasi oleh elite politik untuk berunjuk rasa di depan rumah SBY.

"Pas saya tanya mahasiswa, justru baru tahu rumah SBY, makanya polisi harus menyelidiki siapa di balik ini," ujar dia.

(Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini