Kualitas Udara Malaysia-Singapura Tembus Level Bahaya Akibat Asap Karhutla Indonesia



KONTAN.CO.ID - Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia dan Singapura memburuk akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Pada Jumat (16/10), sejumlah wilayah di kedua negara mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.


Kondisi paling buruk tercatat di Singapura, sementara Malaysia juga mencatat indeks polusi udara yang menembus level sangat tidak sehat.

Baca Juga: Malaysia Tak Akan Gugat Indonesia soal Kabut Asap, Pilih Jalur Diplomasi

Kualitas Udara Malaysia Tembus Level Sangat Tidak Sehat

Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS), Pasir Gudang, Johor, mencatat indeks pencemaran udara (API) sebesar 205 pada pukul 08.00 waktu setempat.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Malaysia dan masuk kategori sangat tidak sehat. Sehari sebelumnya, API Pasir Gudang masih berada di angka 186 pada pukul 19.00.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah Selangor, Perak, Negeri Sembilan, Melaka, Pahang, Kuala Lumpur, Putrajaya, Sabah, dan wilayah lainnya.

Dalam sistem API Malaysia, angka 0-50 dikategorikan baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Mengutip laporan The Straits Times, 33 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat atau lebih buruk pada Jumat. Tidak ada wilayah yang berada dalam kategori kualitas udara baik.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan negaranya belum berencana mengambil tindakan hukum atau mengirim nota diplomatik terkait persoalan asap lintas batas.

Malaysia, menurutnya, masih mengutamakan jalur diplomasi dan mekanisme ASEAN untuk mencari solusi bersama dengan Indonesia.

Baca Juga: ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Karhutla RI Terparah dalam 11 Tahun

Kualitas Udara Singapura Masuk Level Sangat Tidak Sehat

Kondisi serupa terjadi di Singapura. Data National Environment Agency (NEA) menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah negara tersebut memburuk sepanjang malam hingga Jumat.

Pada pukul 09.00 waktu setempat, indeks 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah Singapura mencapai 227, menjadi angka tertinggi sepanjang 2026. Pada pukul 10.00, angkanya sedikit turun menjadi 226.

Wilayah timur dan barat juga masuk kategori sangat tidak sehat dengan PSI masing-masing 202 dan 201.

Sementara itu, wilayah utara dan selatan berada dalam kategori tidak sehat dengan angka masing-masing 150 dan 183.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya mengatakan pemerintah sedang mencari perusahaan yang kemungkinan bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia yang menyebabkan memburuknya kondisi asap.

CNA melaporkan, Singapura tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act, termasuk mempertimbangkan kerja sama dengan negara lain.

Pemerintah Singapura juga mempercepat distribusi masker N95 bagi masyarakat yang rentan. Langkah tersebut dilakukan setelah kadar PM2.5 di wilayah barat mencapai level sangat tinggi.

Singapura juga menyiapkan sejumlah tempat perlindungan dari asap di pusat komunitas dan beberapa fasilitas masyarakat untuk menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk.

Baca Juga: Belajar dari 2015 dan 2019, Ini Rencana F1 Singapura Hadapi Kabut Asap