Kuartal I 2023, Kinerja Bisnis Multifinance masih Tertopang Pembiayaan Alat Berat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit atau pembiayaan alat berat sepanjang tiga bulan pertama atau kuartal I 2023, masih menjadi penopang terbesar kinerja industri multfinance di Tanah Air. Diprediksi hingga akhir tahun ini pembiayaan alat berat juga akan menunjukkan kinerja positif.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno menyampaikan penjualan alat berat hingga akhir tahun 2022 lalu mencapai lebih dari 20.000 unit. Dikatakannya, di tahun ini penjualan bisa tembus 27.000 unit.

“(Di kuartal I 2023) penjualannya masih banyak karena harga batu bara, nikel dan harga tambang-tambang lainnya pun juga masih bagus dan di Indonesia diuntungkan dengan komoditas yang cukup bagus ini,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (5/5).


Baca Juga: Intip Kinerja Perusahaan Multifinance Tanah Air pada Kuartal I 2023

Suwandi mengungkapkan, sektor-sektor yang paling banyak melakukan pembiayaan alat berat yakni pertambangan, perkebunan, kehutanan dan konstruksi.

“Jadi pemakaian alat berat lebih didominasi dengan sektor-sektor pertambangan baik pertambangan nikel, batubara, bauksit, emas dan lainnya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, jenis alat berat yang paling banyak penjualannya pertama ekskavator, kedua dump truck. Dikatakannya, saat ini alat berat jenis dozer juga cukup populer untuk pembiayaan.

“Semua jenis saat ini dipakai, karena capex investasi masih tetap tinggi karena potensi dan harganya yang masih bagus. Tentu orang sesegera mungkin kalau bisa menggali penjual kan masih mendapatkan pendapatan yang baik,” sebutnya.

Lebih lanjut Suwandi menambahkan, penjualan alat berat masih bisa tumbuh 10% sampai 15% dari penjualan tahun 2022 lalu. Dia bilang, sejauh ini belum ada perusahaan yang sulit membayar kredit alat berat ini.

“Sementara ini belum, karena dengan harga yang bagus, NPL-nya (non performing loan) juga masih terjaga baik,” pungkasnya.

Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), Harjanto Tjitohardjojo mencatatkan realisasi pembiayaan alat berat per April 2023 sebesar Rp 200,8 miliar tumbuh 151,62% year on year (YoY) jika dibandingkan April 2022 sebesar Rp 79,8 miliar.

Harjanto menyebutkan, hingga bulan April 2023 sebanyak 116 unit alat berat telah terjual, penjualan tersebut naik jika dibandingkan April 2022 lalu yang hanya sebanyak 62 unit.

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Bermotor Multifinance Tumbuh Signifikan Sepanjang 2022

Dia bilang, industri yang paling banyak melakukan pembiayaan alat berat di antaranya pertambangan sebanyak 75%, perkebunan 15% dan industri lainnya sebanyak 10%. Sementara itu, pihaknya menargetkan hingga akhir tahun 2023 pembiayaan alat berat bisa mencapai Rp 300 miliar.

“Strategi, optimalisasi customer yang ada dan nasabah corporate Panin Bank, optimalisasi cabang-cabang alat berat (HE) CFI di Jakarta, Palembang, Banjarmasin, dan Makassar, untuk penggarapan potensi pasar,” katanya kepada KONTAN.

Sementara itu, Corporate Communication Head PT BFI Finance Indonesia Tbk, Dian Ariffahmi menyatakan hingga 31 Maret 2023 pembiayaan alat berat mengambil porsi terbanyak kedua setelah pembiayaan roda empat.

“Sampai 31 Maret 2023, komposisi pembiayaan alat berat dari piutang yang dikelola (managed receivables) adalah sebesar Rp 2,9 triliun atau mengambil porsi sebanyak 12,8% dari total Rp 22,5 triliun, terbanyak kedua setelah pembiayaan berjaminan kendaraan roda empat,” imbuhnya kepada KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .