KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2023 tumbuh di kisaran 5% hingga 5,3%. “Untuk kuartal I 2023 pertumbuhannya cukup bagus. Setidaknya bisa tumbuh 5%, meskipun kita tetap mewaspadai kinerja ekspor mengalami koreksi dari sisi level pertumbuhannya cukup tinggi,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (14/3). Meski begitu, menurut Sri Mulyani jika kinerja ekspor dan impor mengalami koreksi, biasanya neto ekspornya masih akan baik.
Baca Juga: Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Kuat, Ini Pendorongnya Selain itu, momentum puasa dan lebaran juga akan memberikan efek musiman yang berdampak positif kepada kinerja pertumbuhan ekonomi. Adapun Sri Mulyani juga mengungkapkan, kinerja perekonomian Indonesia saat ini masih cukup kuat. Hal ini salah satunya terlihat dari pertumbuhan kredit, indeks keyakinan konsumen dan juga PMI manufaktur indonesia. Menurutnya, pertumbuhan kredit yang terdiri dari konsumsi, investasi, dan modal kerja mengalami pertumbuhan hingga 11,4%. Lalu, PMI manufaktur Indonesia juga berada di level ekspansif selama 18 bulan berturut-turut atau saat ini berada di level 51,2. Selain itu, indeks keyakinan konsumen (IKK) juga stabil ditingkat yang tinggi yakni 122,4, menunjukkan keyakinan ekonomi ke depan masih optimistis. “Ini menggambarkan konsumen, walaupun kita terus memantau inflasi dan daya belinya masih menunjukkan suatu tingkat keyakinan. Ini hal yang cukup bagus menjelang puasa dan lebaran,” jelasnya. Baca Juga: Sejumlah Emiten Konglomerasi Rilis Laporan Keuangan, Mana yang Paling Moncer?