KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Personel Alih Daya Tbk (
PADA) merealisasikan kinerja kuartal I-2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 2,8 miliar, atau naik signifikan dibandingkan Rp 108,27 juta pada posisi yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh pencapaian pendapatan yang naik signifikan 82,1% menjadi Rp 466,3 miliar.
Pencapaian ini didorong oleh kinerja kuat dari lini bisnis perusahaan, di antaranya jasa Kurir (Courier Services), serta kontribusi peningkatan dari lini bisnis Technical Services, project penjualan & instalasi produk Starlite (Fiber to the Home/FTTH) dan Internet Rakyat (IRA) 5G Fixed Wireless Access (FWA), serta lini bisnis Call Center.
Pada saat yang sama, PADA mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 72,1% secara yoy menjadi Rp16,3 miliar.
Baca Juga: Personel Alih Daya (PADA) Membalikan Rugi Jadi Laba Bersih pada 2025 Direktur Utama PADA, Cahyanul Uswah menjelaskan, meskipun beban pokok pendapatan tumbuh sedikit lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan, perusahaan tetap berhasil membukukan pertumbuhan laba kotor yang didorong oleh kinerja lini bisnis
Courier Services, Technical Services, serta proyek FTTH dan FWA.
“Kinerja ini tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan biaya operasional, khususnya pada Beban Umum dan Administrasi yang dipengaruhi oleh biaya pegawai termasuk pencatatan THR (Tunjangan Hari Raya), penambahan tim manajemen guna mendukung proyek FTTH dan FWA, dan peningkatan beban penyusutan atas perangkat project FTTH,” ungkap Cahyanul, dalam siaran pers, Kamis (30/4).
Ia melanjutkan, lini bisnis Courier Services terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat, didukung oleh lini bisnis Technical Services dan kontribusi proyek penjualan dan instalasi FTTH serta FWA dalam rangka mendukung kolaborasi kemitraan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI Group) untuk produk Starlite dan Internet Rakyat (IRA). Proyek FTTH dan FWA tersebut mencakup penyediaan tenaga kerja
sales & tekniis, project management office, pemeliharaan infrastruktur jaringan, dan layanan
call center. Sehingga memberikan gross margin yang lebih tinggi dibandingkan lini bisnis dengan skema
labor supply. Pengembangan lini bisnis eksisting juga terus dilakukan ke berbagai sektor, seiring dengan penguatan kolaborasi untuk mendukung kegiatan INET Group sebagai pengendali Perseroan.
Baca Juga: Personel Alih Daya (PADA) Akan Kantongi Recurring Income dari Internet Rakyat (IRA) Di sisi lain, DADA juga akan terus mengoptimalkan lini bisnis Jasa Kurir melalui strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan.
“Langkah ini diwujudkan melalui pemenuhan tenaga kerja skala besar (tenaga kurir dan sortir) untuk klien strategis, serta ekspansi agresif ke wilayah-wilayah baru guna menangkap peluang pertumbuhan yang lebih luas. Dalam mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya.
Per 31 Maret 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp354,7 miliar atau tumbuh 33,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp265,9 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan pada aset lancar, khususnya piutang usaha pihak ketiga sejalan dengan meningkatnya pendapatan.
Total liabilitas per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp232,1 miliar atau meningkat 58,9% dibandingkan posisi akhir tahun 2025, disebabkan oleh kenaikan dari utang bank jangka pendek sejalan dengan kenaikan piutang usaha.
Baca Juga: Celios Sarankan Pemerintah Perlu Tambah Insentif Diskon Listrik pada Kuartal I-2026 Sementara ekuitas per 31 Maret 2026 tercatat Rp122,6 miliar atau meningkat 2,3% dibandingkan posisi akhir tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News