JAKARTA. Pergerakan harga minyak masih cenderung flat di tengah kondisi pasokan yang berlebih. Upaya pembekuan produksi yang dilakukan produsen besar tidak berdampak signifikan pada kenaikan harga. Mengutip Bloomberg, Selasa (5/4) pukul 16.32 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Mei 2016 di New York Merchantile Exchange turun 0,3% dibandingkan hari sebelumnya ke level US$ 35,59 per barel. Sepanjang kuartal pertama tahun 2016, minyak pun sudah tumbang 4,1%. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, masalah utama pada pergerakan harga minyak adalah faktor suplai berlebih. Pasalnya, produsen minyak baik yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) maupun non OPEC terus menggenjot produksi di tengah lemahnya permintaan. Pergerakan harga minyak terus berfluktuasi merespons pernyataan dari OPEC maupun data cadangan minyak Amerika Serikat (AS) setiap minggunya.
Kuartal I, harga minyak tergerus 4,1%
JAKARTA. Pergerakan harga minyak masih cenderung flat di tengah kondisi pasokan yang berlebih. Upaya pembekuan produksi yang dilakukan produsen besar tidak berdampak signifikan pada kenaikan harga. Mengutip Bloomberg, Selasa (5/4) pukul 16.32 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Mei 2016 di New York Merchantile Exchange turun 0,3% dibandingkan hari sebelumnya ke level US$ 35,59 per barel. Sepanjang kuartal pertama tahun 2016, minyak pun sudah tumbang 4,1%. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, masalah utama pada pergerakan harga minyak adalah faktor suplai berlebih. Pasalnya, produsen minyak baik yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) maupun non OPEC terus menggenjot produksi di tengah lemahnya permintaan. Pergerakan harga minyak terus berfluktuasi merespons pernyataan dari OPEC maupun data cadangan minyak Amerika Serikat (AS) setiap minggunya.