JAKARTA. Kinerja PT Bank Artha Graha Internasional Tbk masih loyo pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat dari laba bersih bank berkode emiten INPC ini yang turun 33,33% menjadi Rp 32,28 miliar. Penurunan laba ini disebabkan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih. Pada kuartal I-2016, bank milik taipan Tomy Winata ini mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 20,63%, sedangkan pendapatan bunga bersih hanya tumbuh tipis 7,97%. Direktur Utama Bank Artha Graha Andy Kasih mengatakan, penurunan laba ini salah satunya disebabkan karena pertumbuhan bisnis secara umum masih melambat. Kendala terutama dari sektor rill yang menyebabkan cash flow masih berat. “Diharapkan sampai akhir tahun ini, kami masih bisa mencapai target,” ujar Andy, Selasa, (10/5).
Kuartal I, laba Bank Artha Graha turun 33,33%
JAKARTA. Kinerja PT Bank Artha Graha Internasional Tbk masih loyo pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat dari laba bersih bank berkode emiten INPC ini yang turun 33,33% menjadi Rp 32,28 miliar. Penurunan laba ini disebabkan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih. Pada kuartal I-2016, bank milik taipan Tomy Winata ini mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 20,63%, sedangkan pendapatan bunga bersih hanya tumbuh tipis 7,97%. Direktur Utama Bank Artha Graha Andy Kasih mengatakan, penurunan laba ini salah satunya disebabkan karena pertumbuhan bisnis secara umum masih melambat. Kendala terutama dari sektor rill yang menyebabkan cash flow masih berat. “Diharapkan sampai akhir tahun ini, kami masih bisa mencapai target,” ujar Andy, Selasa, (10/5).