JAKARTA. Permintaan semen nasional di kuartal I tahun 22012 ini cukup menggembirakan. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan, penjualan semen di kuartal I tahun ini mencapai 12,5 juta ton atau naik 18,2% bila dibanding dengan penjualan semen di periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 10,5 juta ton. Pertumbuhan penjualan yang cukup tinggi ini ditopang oleh sejumlah hal, antara lain, tingkat bunga perbankan yang renda serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 6% selama kuartal I-2012 ini. Dua faktor tersebut menyebabkan pertumbuhan sektor properti lancar. Ini pula yang mendongkrak kenaikan konsumsi semen. "Sebanyak 70% konsumsi semen oleh properti," ujar Urip. Secara nasional, pasar semen terbesar masih Pulau Jawa. Pulau yang dihuni sekitar 60% dari total penduduk Indonesia menyerap 53%, sementara Sumatera menempati urutan kedua dengan tingkat komsumsi semen sekitar 25%. "Pulau Jawa masih penyerap terbanyak namun kawasan lain seperti Indonesia Timur mengalami pertumbuhan yang pesat," tuturnya Selasa (1/5).
Kuartal I, penjualan semen tumbuh 18,2%
JAKARTA. Permintaan semen nasional di kuartal I tahun 22012 ini cukup menggembirakan. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan, penjualan semen di kuartal I tahun ini mencapai 12,5 juta ton atau naik 18,2% bila dibanding dengan penjualan semen di periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 10,5 juta ton. Pertumbuhan penjualan yang cukup tinggi ini ditopang oleh sejumlah hal, antara lain, tingkat bunga perbankan yang renda serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 6% selama kuartal I-2012 ini. Dua faktor tersebut menyebabkan pertumbuhan sektor properti lancar. Ini pula yang mendongkrak kenaikan konsumsi semen. "Sebanyak 70% konsumsi semen oleh properti," ujar Urip. Secara nasional, pasar semen terbesar masih Pulau Jawa. Pulau yang dihuni sekitar 60% dari total penduduk Indonesia menyerap 53%, sementara Sumatera menempati urutan kedua dengan tingkat komsumsi semen sekitar 25%. "Pulau Jawa masih penyerap terbanyak namun kawasan lain seperti Indonesia Timur mengalami pertumbuhan yang pesat," tuturnya Selasa (1/5).