JAKARTA. Penyaluran pembiayaan baru PT Intan Baruprana Finance alias IBF cuma naik 5% pada kuartal ketiga tahun ini, yakni menjadi sekitar Rp 850 miliar. Perlambatan pertumbuhan pembiayaan tersebut lantaran bisnis perseroan fokus pada alat berat. Pertumbuhan pembiayaan IBF tersebut sejalan dengan yang diramalkan pelaku industri dan asosiasi terkait. Penyebabnya, banyak pembiayaan alat berat mengalir ke sektor pertambangan yang notabene mengalami koreksi sejak tahun lalu. Namun, Direktur Utama IBF Jap Hartono mengklaim, pihaknya sudah sejak tiga tahun lalu melakukan diversifikasi pembiayaan, baik dari sektor maupun segmennya. “Saat ini, sektor yang kami biayai fifty-fifty antara tambang dengan non-tambang. Selain itu, 80% dari new business kami berasal dari sektor non group,” ujarnya, Kamis (6/11).
Kuartal III 2014, pembiayaan IBF cuma naik 5%
JAKARTA. Penyaluran pembiayaan baru PT Intan Baruprana Finance alias IBF cuma naik 5% pada kuartal ketiga tahun ini, yakni menjadi sekitar Rp 850 miliar. Perlambatan pertumbuhan pembiayaan tersebut lantaran bisnis perseroan fokus pada alat berat. Pertumbuhan pembiayaan IBF tersebut sejalan dengan yang diramalkan pelaku industri dan asosiasi terkait. Penyebabnya, banyak pembiayaan alat berat mengalir ke sektor pertambangan yang notabene mengalami koreksi sejak tahun lalu. Namun, Direktur Utama IBF Jap Hartono mengklaim, pihaknya sudah sejak tiga tahun lalu melakukan diversifikasi pembiayaan, baik dari sektor maupun segmennya. “Saat ini, sektor yang kami biayai fifty-fifty antara tambang dengan non-tambang. Selain itu, 80% dari new business kami berasal dari sektor non group,” ujarnya, Kamis (6/11).