KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai penerbangan badan usaha milik negara (BUMN) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) harus menanggung kerugian yang besar hingga kuartal III 2020. Tak tanggung-tanggung, kerugian Garuda Indonesia mencapai Rp 15 triliun. Kerugian Garuda Indonesia karena hanya memperoleh pendapatan sebesar US$ 1,14 miliar hingga kuartal III-2020. Capaian tersebut amblas 67,79% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 3,54 miliar. Berdasar laporan keuangan yang dirilis Kamis (5/11), Garuda Indonesia mencatat pendapatan dari penerbangan berjadwal senilai US$ 917,29 juta, penerbangan tak berjadwal sebesar US$ 46,92 juta, dan pendapatan lain-lain berkontribusi US$ 174,56 juta.
Kuartal III-2020 Garuda Indonesia rugi Rp 15 triliun, ini penyebabnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai penerbangan badan usaha milik negara (BUMN) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) harus menanggung kerugian yang besar hingga kuartal III 2020. Tak tanggung-tanggung, kerugian Garuda Indonesia mencapai Rp 15 triliun. Kerugian Garuda Indonesia karena hanya memperoleh pendapatan sebesar US$ 1,14 miliar hingga kuartal III-2020. Capaian tersebut amblas 67,79% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 3,54 miliar. Berdasar laporan keuangan yang dirilis Kamis (5/11), Garuda Indonesia mencatat pendapatan dari penerbangan berjadwal senilai US$ 917,29 juta, penerbangan tak berjadwal sebesar US$ 46,92 juta, dan pendapatan lain-lain berkontribusi US$ 174,56 juta.