JAKARTA. Perlambatan ekonomi masih dirasakan dampaknya oleh PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Kondisi keuangan yang ketat dari berbagai perusahaan, membuat perolehan premi mereka sulit untuk tumbuh tinggi. Menurut Direktur Utama Inhealth Iwan Pasila hingga kuartal ketiga 2015 ini pihaknya cuma mencatatkan pertumbuhan premi di kisaran 5% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. "Per September kemarin preminya sudah hampir Rp 1,2 triliun," kata dia akhir pekan kemarin. Ia mengakui, pasar utama mereka yakni asuransi kesehatan untuk kalangan karyawan memang cukup terkendala dengan perlambatan bisnis yang terjadi. Beberapa perusahaan yang menjadi nasabah perseroan harus lebih irit dalam mengalokasikan dana termasuk untuk asuransi.
Kuartal III, premi Inhealth baru dekati Rp 1,2 T
JAKARTA. Perlambatan ekonomi masih dirasakan dampaknya oleh PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Kondisi keuangan yang ketat dari berbagai perusahaan, membuat perolehan premi mereka sulit untuk tumbuh tinggi. Menurut Direktur Utama Inhealth Iwan Pasila hingga kuartal ketiga 2015 ini pihaknya cuma mencatatkan pertumbuhan premi di kisaran 5% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. "Per September kemarin preminya sudah hampir Rp 1,2 triliun," kata dia akhir pekan kemarin. Ia mengakui, pasar utama mereka yakni asuransi kesehatan untuk kalangan karyawan memang cukup terkendala dengan perlambatan bisnis yang terjadi. Beberapa perusahaan yang menjadi nasabah perseroan harus lebih irit dalam mengalokasikan dana termasuk untuk asuransi.