TOKYO. Pada kuartal lalu, perekonomian Jepang mengalami kontraksi terhebat sejak 1974 silam. Hal ini terjadi seiring dengan melorotnya tingkat ekspor dan pembelanjaan bisnis di negara tersebut. Pada kuartal yang berakhir 31 Maret lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang mengalami penurunan sebesar 12,1%. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibanding prediksi para analis yang mematok penurunan sebesar 13,4%. Beberapa hal yang menyebabkan kontraksi ini antara lain adanya penurunan tingkat produksi manufaktur dan pengiriman barang-barang ke luar negeri pada Januari lalu. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan adanya rencana Toyota Motor Corp yang bakal memangkas separuh tingkat produksinya pada kuartal ini. Selain itu, perusahaan real estate Pacific Holdings Co juga mengajukan kepailitan pada minggu ini dan menjadi perusahaan terbuka ke-12 yang bangkrut pada tahun ini.
Kuartal IV 2008, PDB Jepang turun 12,1%
TOKYO. Pada kuartal lalu, perekonomian Jepang mengalami kontraksi terhebat sejak 1974 silam. Hal ini terjadi seiring dengan melorotnya tingkat ekspor dan pembelanjaan bisnis di negara tersebut. Pada kuartal yang berakhir 31 Maret lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang mengalami penurunan sebesar 12,1%. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibanding prediksi para analis yang mematok penurunan sebesar 13,4%. Beberapa hal yang menyebabkan kontraksi ini antara lain adanya penurunan tingkat produksi manufaktur dan pengiriman barang-barang ke luar negeri pada Januari lalu. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan adanya rencana Toyota Motor Corp yang bakal memangkas separuh tingkat produksinya pada kuartal ini. Selain itu, perusahaan real estate Pacific Holdings Co juga mengajukan kepailitan pada minggu ini dan menjadi perusahaan terbuka ke-12 yang bangkrut pada tahun ini.