JAKARTA. Sejauh ini, indeks Kompas100 belum mampu lepas dari tekanan yang menghantam sejak awal tahun 2026. Di atas kertas, peluang pemulihan indeks saham ini masih cukup terbuka. Bergantung pada perkembangan berbagai sentimen utama di pasar. Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi mengatakan, keberhasilan sebuah indeks sangat ditentukan oleh seberapa luas indeks tersebut digunakan sebagai acuan investasi. "Kalau bicara indeks harus kelihatan. Di samping metodologi, konstituennya harus bisa dijadikan benchmark. Investor juga harus melihat Indeks Kompas100 ini," kata Iding dalam acara Kompas100 Rebalancing Breakfast di The Bimasena, Jakarta, Jumat (2/10). Iding meminta, emiten konstituen indeks Kompas100 agar lebih aktif menunjukkan kinerja, meningkatkan keterbukaan informasi dan memperluas basis investor agar lebih dilirik pasar.
Kuartal IV-2026, Kinerja Indeks Kompas100 Berpotensi Pulih
JAKARTA. Sejauh ini, indeks Kompas100 belum mampu lepas dari tekanan yang menghantam sejak awal tahun 2026. Di atas kertas, peluang pemulihan indeks saham ini masih cukup terbuka. Bergantung pada perkembangan berbagai sentimen utama di pasar. Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi mengatakan, keberhasilan sebuah indeks sangat ditentukan oleh seberapa luas indeks tersebut digunakan sebagai acuan investasi. "Kalau bicara indeks harus kelihatan. Di samping metodologi, konstituennya harus bisa dijadikan benchmark. Investor juga harus melihat Indeks Kompas100 ini," kata Iding dalam acara Kompas100 Rebalancing Breakfast di The Bimasena, Jakarta, Jumat (2/10). Iding meminta, emiten konstituen indeks Kompas100 agar lebih aktif menunjukkan kinerja, meningkatkan keterbukaan informasi dan memperluas basis investor agar lebih dilirik pasar.