JAKARTA. Tiga bulan menuju akhir tahun 2015, kredit dan juga pembiayaan industri perbankan menunjukkan geliatnya. Pasca pemerintah melakukan pengeluaran berupa belanja dan melakukan pembangunan infrastruktur, kredit dan pembiayaan di industri perbankan mengalami kenaikan. Pejabat Eksekutif Bank Muamalat Indonesia Purnomo B. Soetadi menyatakan, pada triwulan IV-2015, terjadi perbaikan untuk permintaan pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Di Bank Muamalat sendiri, kata Purnomo, terjadi peningkatan permintaan pembiayaan terutama segmen retail banking dan juga usaha kecil dan menengah (UKM). Peningkatan permintaan pembiayaan pada tiga bulan jelang tutup tahun, lebih tinggi 17% dibanding rata-rata booking di kuartal I, II dan III 2015 kemarin. Jika pada sembilan bulan pertama 2015 total booking pembiayaan ritel per bulan sekitar Rp 400 miliar, maka sejak awal kuartal IV-2015, booking rata-rata per bulan mencapai Rp 468 miliar. "Segmen pembiayaan yang juga menjadi motor pertumbuhan sepanjang kuartal IV-2015 mulai dari general trading (perdagangan umum, healthcare (rumah sakit) dan edukasi (pendidikan)," jelas Purnomo di Jakarta belum lama ini. Dengan pertumbuhan ini, perseraon masih optimis target pertumbuhan pembiayaan pada akhir tahun sebesar 9%-11% masih bisa terealisasi. Meski demikian, Purnomo mengakui bahwa target tersebut lebih rendah ketimbang realisasi pertumbuhan perbiayaan pada akhir 2014 lalu. Purnomo menambahkan, tahun depan, perseroan juga masih akan memacu segmen pembiayaan di bidang general trading, healthcare dan edukasi selain UKM. Sampai saat ini, porsi paling besar untuk pembiayaan di sektor ritel ditopang oleh general trading and services yang mencapai 35%-40%, healthcare 12%-15%, pendidikan hampir 20%. Pembiayaan kesehatan
Kuartal IV, booking pembiayaan Muamalat menanjak
JAKARTA. Tiga bulan menuju akhir tahun 2015, kredit dan juga pembiayaan industri perbankan menunjukkan geliatnya. Pasca pemerintah melakukan pengeluaran berupa belanja dan melakukan pembangunan infrastruktur, kredit dan pembiayaan di industri perbankan mengalami kenaikan. Pejabat Eksekutif Bank Muamalat Indonesia Purnomo B. Soetadi menyatakan, pada triwulan IV-2015, terjadi perbaikan untuk permintaan pembiayaan yang jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Di Bank Muamalat sendiri, kata Purnomo, terjadi peningkatan permintaan pembiayaan terutama segmen retail banking dan juga usaha kecil dan menengah (UKM). Peningkatan permintaan pembiayaan pada tiga bulan jelang tutup tahun, lebih tinggi 17% dibanding rata-rata booking di kuartal I, II dan III 2015 kemarin. Jika pada sembilan bulan pertama 2015 total booking pembiayaan ritel per bulan sekitar Rp 400 miliar, maka sejak awal kuartal IV-2015, booking rata-rata per bulan mencapai Rp 468 miliar. "Segmen pembiayaan yang juga menjadi motor pertumbuhan sepanjang kuartal IV-2015 mulai dari general trading (perdagangan umum, healthcare (rumah sakit) dan edukasi (pendidikan)," jelas Purnomo di Jakarta belum lama ini. Dengan pertumbuhan ini, perseraon masih optimis target pertumbuhan pembiayaan pada akhir tahun sebesar 9%-11% masih bisa terealisasi. Meski demikian, Purnomo mengakui bahwa target tersebut lebih rendah ketimbang realisasi pertumbuhan perbiayaan pada akhir 2014 lalu. Purnomo menambahkan, tahun depan, perseroan juga masih akan memacu segmen pembiayaan di bidang general trading, healthcare dan edukasi selain UKM. Sampai saat ini, porsi paling besar untuk pembiayaan di sektor ritel ditopang oleh general trading and services yang mencapai 35%-40%, healthcare 12%-15%, pendidikan hampir 20%. Pembiayaan kesehatan