Kuartal ketiga masih penuh ketidakpastian, ini rekomendasi investasi di jangka pendek



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semester pertama tahun 2020 menjadi tahun yang penuh ketidakpastian setelah pandemi virus corona meluluhlantakkan perekonomian dunia. Lantas bagaimana perkiraan kondisi pasar pada semester kedua? Bagaimana juga sebaiknya para investor menyiapkan portofolio investasinya?

Investment Specialist Sucorinvest Asset Management Toufan Yasmin memperkirakan, keadaan pasar memasuki semester II-2020 belum banyak berubah. Menurutnya, pasar masih akan diliputi ketidakpastian layaknya semester satu kemarin.

“Kami memiliki ekspektasi kondisi pasar masih akan cukup volatile setidaknya hingga kuartal III-2020. Penyebabnya masih terkait dengan kekhawatiran pandemi virus corona gelombang kedua yang akan kembali menyebar di berbagai belahan dunia,” ujar Toufan kepada Kontan.co.id, Rabu (1/7).


Baca Juga: Menanti kondisi pasar pulih, kas dan obligasi masih jadi pilihan investasi

Selain itu, ketidakpastian disebut Toufan juga masih akan datang dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China yang kembali memanas. Belum lagi ketegangan geopolitik lainnya, seperti AS-Uni Eropa, hingga China-India.

Dengan kondisi tersebut, Toufan menyebut investasi jangka pendek dengan durasi kurang dari satu tahun sebaiknya difokuskan pada capital preservation. Menurut Toufan, alokasi untuk kas atau reksadana pasar uang hingga 65% merupakan pilihan yang paling bijak.

Sementara sisanya, 25% bisa dialokasikan pada reksadana pendapatan tetap atau SUN dengan durasi menengah. Sekitar 10% lagi bisa ditempatkan di saham blue chip ataupun reksadana saham.

Baca Juga: Walau dibayangi volatilitas, pasar obligasi masih punya prospek yang menarik

“Sedangkan alokasi yang cukup ideal untuk jangka panjang menurut kami adalah 50% pada reksadana saham atau bisa dikombinasikan dengan portofolio saham untuk investor berprofil agresif. Lalu 30% pada SUN dengan tenor panjang (lebih dari 7 tahun) atau reksadana pendapatan tetap, sisanya 20% pada reksadana pasar uang,” tambah Toufan.

Namun, Toufan mengingatkan bahwa bahwa setiap investor memiliki profil, tujuan, dan jangka waktu investasi yang unik. Dengan demikian, perubahan alokasi mungkin diperlukan apabila terdapat perubahan pada hal tersebut.

Baca Juga: Investor disarankan berani mengatur portofolio lebih agresif di semester dua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati